Kadisdik Jatim Dampingi Gubernur Khofifah Tinjau Program SIKAP Berbasis Panel Surya di SMKN 1 Madiun

MADIUN – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMKN 1 Madiun, Jumat (5/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong inovasi pendidikan berbasis ketahanan pangan dan energi terbarukan di lingkungan sekolah.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah melihat secara langsung implementasi Program SIKAP yang telah terintegrasi dengan panel surya melalui program Sun to Energy. Integrasi tersebut memungkinkan berbagai aktivitas budidaya dan pengelolaan ketahanan pangan sekolah memanfaatkan energi ramah lingkungan yang dihasilkan dari tenaga surya.

Khofifah mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan SMKN 1 Madiun. Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendukung penguatan ketahanan pangan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik mengenai pentingnya energi bersih dan pembangunan berkelanjutan.

“Program seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masa depan. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana teknologi energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan. Ini adalah bentuk pendidikan yang kontekstual dan berdampak,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, integrasi antara sektor pendidikan, ketahanan pangan, dan energi terbarukan merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi, kepedulian lingkungan, serta kemampuan beradaptasi terhadap tantangan global.

“Jawa Timur terus mendorong sekolah-sekolah untuk menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat. Program SIKAP di SMKN 1 Madiun dapat menjadi contoh baik yang bisa direplikasi di sekolah lain,” tambahnya.

Sementara itu, Kadisdik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Jawa Timur terus mendukung berbagai inovasi pendidikan yang selaras dengan penguatan karakter, keterampilan vokasi, dan keberlanjutan lingkungan.

Menurut Aries, Program SIKAP yang dipadukan dengan teknologi panel surya merupakan model pembelajaran yang mampu menghubungkan aspek akademik dengan praktik nyata di lapangan.

“Melalui Program SIKAP dan pemanfaatan energi surya, peserta didik tidak hanya belajar tentang budidaya dan produktivitas pangan, tetapi juga memahami konsep energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan. Ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi mereka,” kata Aries Agung Paewai.

Ia menambahkan bahwa sekolah vokasi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

“Harapan kami, inovasi seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi budaya di satuan pendidikan. Sekolah harus menjadi pusat lahirnya ide-ide kreatif yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Program SIKAP yang terintegrasi dengan panel surya, SMKN 1 Madiun menunjukkan bahwa pendidikan modern tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta didik, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.