SURABAYA – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Piala Gubernur Jawa Timur 2026 menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi tenis di Indonesia. Sebanyak 272 atlet dari tiga provinsi mengikuti kejuaraan yang berlangsung pada 26–30 Oktober 2026 di Surabaya.
Kompetisi tersebut resmi dibuka di Lapangan Tenis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (26/10/2026). Dalam pelaksanaannya, pertandingan digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Tenis Unesa dan Wiyung Pratama.
Penyelenggaraan kejuaraan ini melibatkan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Pengprov Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Jawa Timur, KONI Jawa Timur, serta Unesa sebagai tuan rumah.
Ketua Pengprov PELTI Jawa Timur, Ismed Jauhar, mengatakan kejuaraan tersebut merupakan bentuk dukungan bersama untuk menghadirkan kompetisi tenis yang berkelanjutan. Ajang ini sekaligus melanjutkan rangkaian kompetisi yang sebelumnya telah digelar, mulai dari tingkat wilayah hingga internasional.
“Alhamdulillah, kejuaraan Piala Gubernur ini diinisiasi Pemprov Jawa Timur melalui Kadispora sehingga kami bisa melaksanakan kegiatan dari pembukaan sampai tanggal 30 Oktober ini dengan lancar. Tentu kegiatan ini juga berada di bawah naungan KONI, melanjutkan rangkaian event sebelumnya seperti Kejurwil, Kejurnas, hingga level internasional seperti Piala Widjojo Sujono bulan lalu,” ujar Ismed.
Menurutnya, kejuaraan nasional memiliki peran penting dalam mengukur kemampuan atlet sekaligus memetakan potensi pemain dari berbagai daerah. Melalui kompetisi yang terstruktur, pembinaan atlet diharapkan berjalan lebih terarah hingga jenjang persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan prestasi atlet.
Ia menegaskan, pengembangan olahraga harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang membutuhkan perencanaan dan konsistensi.
“Kita paham bahwa olahraga adalah investasi jangka panjang dan investasi masa depan. Oleh karena itu, apa yang kita tanam sekarang harapannya buahnya bisa kita petik lima hingga 10 tahun ke depan,” ungkap Hadi.
Ia berharap Kejurnas Tenis Junior Piala Gubernur Jatim dapat menjadi sarana bagi atlet muda untuk memperkuat kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Dukungan juga disampaikan Ketua KONI Jawa Timur, M Nabil. Ia menilai kesempatan bertanding secara rutin menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas atlet. Latihan perlu diimbangi dengan kompetisi agar perkembangan kemampuan pemain dapat terukur.
“Jangan sampai atlet lebih sering latihan daripada bertanding. Catatan penting kita, tenis ini adalah rumahnya Jawa Timur; ukurannya sudah hampir tiga kali kita menjadi juara umum di PON. Karena itu, prestasi ini harus di-maintenance dan dipelihara agar tidak terjadi keterputusan generasi,” tegas Nabil.
Unesa Buka Peluang bagi Berbagai Cabang Olahraga
Sebagai tuan rumah, Unesa menegaskan komitmennya mendukung pengembangan olahraga melalui penyediaan fasilitas dan penyelenggaraan kompetisi. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari implementasi tagline Unesa sebagai “Rumah Para Juara”.
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, mengatakan pihaknya menyambut baik kepercayaan Pelti Jawa Timur untuk menyelenggarakan kejuaraan berskala nasional.
“Kami berterima kasih kepada Pelti karena kejuaraan ini skalanya besar dan berbiaya tidak sedikit. Dengan tagline ‘Rumah Para Juara’, kami membuka selebar-lebarnya aktivitas apa pun, tidak hanya tenis, tapi semua cabang olahraga. Kami siap menjadi tuan rumah yang baik dan menyiapkan lapangan sesuai standar yang ada,” kata Prof. Dwi Cahyo.
Menurutnya, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam pembinaan olahraga dengan menyediakan fasilitas yang mendukung aktivitas atlet dan penyelenggaraan kompetisi.
Kolaborasi Pemprov Jatim, KONI, Pelti, dan Unesa diharapkan mampu memperkuat ekosistem olahraga, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet tenis berprestasi dari berbagai daerah.
Dengan diikuti 272 atlet dari 27 provinsi, Kejurnas Tenis Piala Gubernur Jatim 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi prestasi tenis Indonesia secara berkelanjutan.

