MALANG – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, meninjau kesiapan sarana dan prasarana laboratorium di SMA Negeri 1 Turen, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 siap digunakan sehingga asesmen berjalan tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi peserta didik.
Dalam peninjauan tersebut, kesiapan perangkat komputer, fasilitas laboratorium, serta dukungan teknis menjadi perhatian. Kelengkapan sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang pelaksanaan TKA, khususnya bagi sekolah yang menyelenggarakan asesmen berbasis komputer.
Aries menegaskan, Dinas Pendidikan Jawa Timur terus mematangkan berbagai aspek persiapan TKA, mulai dari pendataan peserta, kesiapan fasilitas pendukung, hingga petugas penyelenggara. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kendala teknis selama pelaksanaan asesmen.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar, tertib, dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh murid. Sekolah harus memastikan anak-anak bisa berkonsentrasi mengerjakan soal tanpa dibebani kekhawatiran terhadap kendala teknis,” ujar Aries, sebagaimana dikutip dalam pemberitaan KilasJatim, Minggu (25/10/2026).
Menurut Aries, kesiapan sekolah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan perangkat komputer. Stabilitas jaringan internet, pasokan listrik, serta kesiapan proktor dan teknisi juga perlu diperhatikan agar pelaksanaan asesmen sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Karena itu, sekolah penyelenggara perlu memastikan seluruh perangkat berfungsi dengan baik sebelum asesmen dimulai. Langkah antisipasi terhadap gangguan teknis juga perlu disiapkan agar peserta didik tetap memperoleh kesempatan mengikuti tes sesuai ketentuan.
438.126 Murid Jatim Terdaftar Mengikuti TKA 2026
Peninjauan di SMAN 1 Turen menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan satuan pendidikan di Jawa Timur menjelang pelaksanaan TKA jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur yang merujuk pada dasbor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan batas pemutakhiran 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid telah terdaftar untuk mengikuti TKA dari total 463.397 calon peserta. Angka tersebut setara dengan 94,54 persen.
Sementara itu, dari total 4.863 satuan pendidikan yang terdata, sebanyak 4.546 satuan pendidikan telah berstatus terdaftar final. Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, sesuai pembagian gelombang.
Besarnya jumlah peserta membuat kesiapan infrastruktur dan koordinasi antarpihak menjadi faktor penting. Sekolah perlu memastikan perangkat, jaringan, ruang asesmen, serta petugas pelaksana siap sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Antisipasi Gangguan Listrik dan Internet
Selain kesiapan laboratorium, Dindik Jatim juga memberikan perhatian terhadap potensi gangguan listrik dan konektivitas internet. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan asesmen berbasis komputer, terutama di sekolah yang melaksanakan tes secara mandiri.
Pada 25 Oktober 2026 lalu, Aries menyampaikan bahwa sekolah penyelenggara mandiri diminta menyiagakan perangkat uninterruptible power supply (UPS) untuk server dan komputer proktor. Sekolah juga diharapkan menyediakan generator set (genset) apabila memungkinkan.
Kesiapan proktor dan teknisi turut menjadi perhatian. Petugas harus memahami prosedur penanganan gangguan serta memastikan komunikasi dengan pusat bantuan atau helpdesk cabang dinas maupun tingkat provinsi dapat dilakukan dengan cepat.
Dindik Jatim juga melakukan koordinasi dengan PLN dan Telkom wilayah Jawa Timur untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik maupun jaringan internet selama pelaksanaan TKA.
Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan hambatan teknis sehingga peserta didik dapat mengikuti asesmen sesuai jadwal.
TKA sebagai Instrumen Evaluasi Pembelajaran
Pelaksanaan TKA tidak hanya berkaitan dengan proses asesmen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai capaian akademik peserta didik. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung evaluasi pembelajaran dan memetakan kebutuhan peningkatan mutu pendidikan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa TKA merupakan kesempatan bagi murid untuk menunjukkan hasil belajar sekaligus mengenali potensi diri.
Khofifah juga mengingatkan bahwa hasil asesmen bukan satu-satunya penentu masa depan peserta didik. Dukungan guru dan orang tua diperlukan agar murid dapat mengikuti tes dengan tenang, jujur, dan percaya diri.
Sejalan dengan hal tersebut, Aries menilai kesiapan teknis dan kelancaran pelaksanaan asesmen harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Melalui peninjauan sarana dan prasarana di SMAN 1 Turen serta koordinasi dengan satuan pendidikan, Dindik Jatim berupaya memastikan pelaksanaan TKA 2026 berjalan optimal. Persiapan yang matang diharapkan dapat memberikan pengalaman asesmen yang nyaman bagi peserta didik sekaligus mendukung pemetaan capaian akademik untuk perbaikan mutu pendidikan di Jawa Timur.

