TUBAN – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus memperkuat Program SMA Double Track sebagai salah satu upaya membekali siswa dengan keterampilan dan keberanian untuk menghadapi masa depan. Penguatan program tersebut dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), monitoring, evaluasi, sekaligus pembinaan di SMAN 1 Soko, Kabupaten Tuban, Rabu (26/8/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Aries menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan Program SMA Double Track berjalan sesuai tujuan, sekaligus memberikan ruang bagi sekolah, trainer, dan peserta didik untuk menyampaikan pengalaman selama mengikuti program.
Dalam kegiatan FGD, para kepala sekolah, trainer, dan siswa peserta Program SMA Double Track berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program serta dampaknya terhadap pengembangan keterampilan dan kemandirian siswa.
Aries menegaskan, keberhasilan Program SMA Double Track tidak semata-mata dapat dilihat dari kemampuan siswa menghasilkan sebuah produk. Lebih dari itu, program tersebut harus mampu menumbuhkan keberanian siswa untuk belajar, mencoba, berinovasi, serta memiliki keyakinan terhadap kemampuan dirinya.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh siswa melalui program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam menentukan masa depan.
“Double Track harus membuat anak percaya bahwa dengan keterampilan, keberanian, dan kemauan belajar, ia mampu menentukan masa depannya sendiri,” ujar Aries.
Dorong Siswa Lebih Percaya Diri
Program SMA Double Track dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan keterampilan dan kehidupan nyata. Karena itu, Aries menilai proses pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada teori, tetapi juga harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan praktis.
Melalui keterampilan yang diperoleh, siswa didorong untuk memiliki keberanian dalam mengambil peluang. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja dan mengembangkan potensi kewirausahaan.
FGD juga menjadi sarana untuk melihat secara langsung bagaimana program tersebut memberikan pengaruh terhadap siswa. Pengalaman dari sekolah dan peserta didik menjadi bahan penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat pelaksanaan program pada tahap berikutnya.
Aries menekankan bahwa keberanian untuk belajar dan berinovasi merupakan bagian penting dari proses membangun kemandirian generasi muda.
Dengan demikian, siswa tidak hanya diarahkan untuk mampu membuat atau menghasilkan sesuatu, tetapi juga memiliki pola pikir untuk terus berkembang dan melihat keterampilan sebagai investasi bagi masa depan.
Evaluasi Jadi Bagian Penguatan Program
Kegiatan monitoring dan evaluasi di SMAN 1 Soko menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan Jatim untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan Program SMA Double Track di lapangan.
Interaksi langsung dengan kepala sekolah, trainer, dan peserta didik memungkinkan berbagai pengalaman selama program berlangsung dapat menjadi bahan evaluasi. Masukan tersebut penting agar program semakin relevan dengan kebutuhan siswa dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Bagi sekolah, keberadaan Program SMA Double Track juga memberikan ruang untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan berbasis keterampilan. Sementara bagi siswa, pengalaman mengikuti program dapat menjadi kesempatan untuk mengenali kemampuan diri sekaligus membangun rasa percaya diri.
Penguatan keterampilan tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan yang tidak hanya menyiapkan siswa dari sisi akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, kemandirian, dan kesiapan menghadapi perubahan.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pun terus mendorong agar pelaksanaan SMA Double Track 2026 tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang memberikan dampak nyata bagi perkembangan siswa.
Melalui pendampingan, monitoring, evaluasi, dan pembinaan secara berkelanjutan, Program SMA Double Track diharapkan semakin mampu melahirkan siswa yang terampil, berani mengambil peluang, serta memiliki kemauan untuk terus belajar.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Dinas Pendidikan Jatim dalam menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda. Keterampilan, keberanian, dan kemauan belajar diharapkan menjadi tiga modal penting bagi siswa Jawa Timur untuk membangun masa depan secara lebih mandiri.

