Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yakni sosialisasi penggunaan sistem statistik pada metode latihan olahraga petanque. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi PKM yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas latihan, efektivitas pembinaan, serta performa atlet petanque melalui pemanfaatan data yang terukur dan sistematis.
Program ini diketuai oleh Nur Salsabila Rhesa P. P., S.Pd., M.Sc., dengan anggota tim Suryanto Agung Prabowo, S.Pd., M.Pd. Kegiatan tersebut juga mendapatkan dukungan langsung dari Rektor Universitas Negeri Surabaya, sekaligus Ketua umum FOPI Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., sebagai bagian dari komitmen UNESA dalam mendorong pengembangan ilmu keolahragaan yang inovatif, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat olahraga.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan data statistik dalam proses latihan olahraga petanque. Data statistik dinilai memiliki peran penting dalam membantu pelatih dan atlet menganalisis performa, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, mengevaluasi hasil latihan, serta menyusun strategi pertandingan yang lebih tepat. Melalui pendekatan berbasis data, proses latihan tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan umum, tetapi dapat diperkuat dengan catatan performa yang objektif dan terukur.
Ketua tim PKM, Nur Salsabila Rhesa P. P., S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa penerapan sistem statistik dalam latihan petanque diharapkan mampu membantu pelatih dalam mengambil keputusan secara lebih akurat. Menurutnya, setiap hasil lemparan, pola permainan, tingkat keberhasilan teknik, hingga strategi lawan dapat dianalisis secara lebih rinci apabila didukung oleh sistem pencatatan dan interpretasi data yang baik.
Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkenalkan bahwa latihan olahraga petanque dapat dikembangkan secara lebih modern dengan dukungan data statistik. Dengan begitu, pelatih dan atlet dapat mengetahui aspek mana yang perlu diperbaiki, dipertahankan, atau ditingkatkan dalam proses latihan maupun pertandingan, ujarnya.
Pelaksanaan sosialisasi dilakukan melalui lima tahapan utama. Tahap pertama adalah pengenalan pentingnya data statistik dalam olahraga petanque, terutama untuk membaca performa atlet, melihat perkembangan latihan, serta memahami strategi lawan. Tahap kedua adalah demonstrasi teknis penggunaan sistem statistik. Dalam sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai cara merekam data latihan dan pertandingan, memasukkan hasil pengamatan, serta menginterpretasikan data yang telah terkumpul.
Tahap ketiga memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan kendala, pertanyaan, maupun kesalahpahaman terkait penggunaan sistem statistik. Tahap keempat adalah workshop praktik. Tahap terakhir adalah evaluasi dan pemberian umpan balik setelah periode implementasi. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sistem statistik dapat digunakan secara efektif oleh pelatih dan atlet. Masukan dari peserta kemudian dijadikan bahan penyempurnaan agar sistem yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembinaan olahraga petanque.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen UNESA dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, pelatih, atlet, dan pemangku kepentingan olahraga. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pembinaan olahraga petanque yang lebih modern, aman, dan berbasis data.
