SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Wisuda ke-123 bagi lulusan program sarjana terapan, sarjana, magister, dan doktor, Selasa (27/10/2026), di Graha Unesa, Surabaya. Prosesi akademik tersebut mengusung semangat membentuk lulusan yang progresif, inovatif, dan kontributif sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Wisuda menjadi salah satu momentum penting bagi perguruan tinggi karena menandai berakhirnya proses pendidikan formal sekaligus dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan. Setelah menyelesaikan studi, para wisudawan diharapkan mampu membawa pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai akademik yang diperoleh selama berada di lingkungan kampus ke tengah masyarakat.
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, secara resmi membuka rapat terbuka universitas dalam rangka wisuda tersebut. Pembukaan dilakukan dengan mengucapkan basmalah di hadapan para wisudawan, keluarga, sivitas akademika, dan tamu undangan.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, rapat terbuka Universitas Negeri Surabaya dengan acara wisuda sarjana terapan, sarjana, magister, dan doktor ke-123, wisudawan Unesa progresif, inovatif, dan kontributif untuk Indonesia Emas 2045, saya nyatakan dibuka,” ujar Prof. Nurhasan saat membuka prosesi wisuda.
Tema yang diusung dalam Wisuda ke-123 Unesa menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.
“Lulusan perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan teknologi berlangsung cepat, kebutuhan dunia kerja terus berkembang, sementara persaingan tidak lagi terbatas pada lingkup lokal dan nasional. Kondisi tersebut menuntut lulusan memiliki kemampuan untuk terus belajar, berpikir kritis, serta mengambil keputusan secara tepat,” pesan Prof. Nurhasan.
Karena itu, ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Para lulusan perlu memanfaatkannya untuk menjawab berbagai persoalan di dunia kerja, lingkungan sosial, maupun kehidupan bermasyarakat.
Semangat progresif menjadi bekal penting agar lulusan mampu melihat perubahan sebagai peluang untuk berkembang. Sikap tersebut mendorong mereka untuk terbuka terhadap gagasan baru, berani mengambil inisiatif, dan mampu merancang solusi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain itu, kata pria yang akrab disapa Cak Hasan ini, nilai inovatif diperlukan untuk melahirkan pemikiran, karya, dan pendekatan baru. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kemampuan memperbaiki sistem, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan solusi yang lebih efektif dan efisien.
Adapun nilai kontributif menekankan pentingnya penerapan ilmu pengetahuan agar manfaat pendidikan tinggi dapat dirasakan secara luas. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, pengembangan dunia usaha, penelitian, pelayanan publik, maupun keterlibatan dalam pembangunan nasional.
Lebih lanjut ia mengatakan, melalui Wisuda ke-123, Unesa kembali menandai keberhasilan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan pada berbagai jenjang. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras mahasiswa, dukungan keluarga, serta bimbingan dosen dan seluruh sivitas akademika.
Menurutnya, momentum wisuda sekaligus menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan kompetensi dan pengalaman yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan. Mereka diharapkan mampu menjaga integritas, menjunjung etika, dan terus mengembangkan kapasitas diri setelah meninggalkan bangku kuliah.
Dengan semangat progresif, inovatif, dan kontributif, para lulusan Unesa diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam pembangunan Indonesia. Mereka diharapkan menjadi sumber daya manusia yang mampu beradaptasi, menghasilkan karya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045.

