Didampingi Kadindik Jatim, Khofifah Bawa Kebahagiaan ke SMKN 1 Bringin Ngawi

NGAWI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membawa kebahagiaan bagi warga SMKN 1 Bringin, Kabupaten Ngawi, melalui kegiatan berbagi dengan siswa, petugas kebersihan, dan penjaga sekolah, Rabu (21/10/2026). Didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai, Khofifah membagikan tumbler dan bingkisan kepada para siswa serta paket sembako bagi petugas kebersihan dan penjaga sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi wujud perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap lingkungan pendidikan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di sekolah.

Kehadiran Khofifah disambut antusias oleh para siswa dan warga sekolah. Selain berinteraksi dengan peserta didik, gubernur juga menyapa tenaga pendukung sekolah yang selama ini berperan menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas belajar mengajar.

Pembagian tumbler dan bingkisan kepada siswa diharapkan dapat menambah semangat mereka dalam menempuh pendidikan. Sementara itu, paket sembako bagi petugas kebersihan dan penjaga sekolah menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang tertib, bersih, dan nyaman.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, perhatian kepada warga sekolah merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan penghargaan terhadap sesama.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan karakter, kepedulian, dan semangat saling menghargai. Perhatian kepada siswa, petugas kebersihan, maupun penjaga sekolah merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang humanis dan penuh kebersamaan,” ujar Aries.

Menurut dia, lingkungan pendidikan yang positif akan membantu peserta didik tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta karakter yang kuat.

Aries menambahkan, kehadiran pimpinan daerah di sekolah juga menjadi momentum untuk memperkuat motivasi warga sekolah. Perhatian dan interaksi secara langsung diharapkan dapat menghadirkan suasana yang lebih dekat antara pemerintah, peserta didik, guru, dan tenaga pendukung pendidikan.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, membangun sekolah yang nyaman dan membahagiakan membutuhkan dukungan seluruh unsur, termasuk guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, penjaga sekolah, orang tua, dan pemerintah,” katanya.

Melalui kegiatan berbagi di SMKN 1 Bringin, Pemprov Jawa Timur juga menegaskan pentingnya membangun budaya saling peduli di lingkungan pendidikan. Pemberian bingkisan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan dapat memperkuat nilai solidaritas dan penghargaan terhadap setiap peran dalam kehidupan sekolah.

Bagi para siswa, perhatian tersebut menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Adapun bagi petugas kebersihan dan penjaga sekolah, bantuan yang diberikan merupakan bentuk pengakuan atas peran mereka dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar.

Upaya membangun pendidikan yang berkualitas, pada akhirnya, tidak hanya ditentukan oleh sarana prasarana dan capaian akademik. Lingkungan sekolah yang inklusif, kepedulian sosial, serta hubungan yang harmonis di antara seluruh warga sekolah juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan Jawa Timur yang maju dan berkarakter.