Malang – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi menutup pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus (Diksus) Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 di SLBN Pembina Tingkat Nasional Malang, Rabu (15/7/2026). Ajang yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2026, menjadi wadah bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang olahraga.
Sebanyak 135 peserta dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti kompetisi yang mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni lari 100 meter, balap kursi roda, bulu tangkis, tenis meja, catur, bocce, dan lompat jauh. Selain menjadi ajang kompetisi, O2SN Diksus juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri, sportivitas, serta semangat pantang menyerah bagi para siswa.
Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa prestasi bukan semata-mata diukur dari kesempurnaan, melainkan dari semangat untuk terus berjuang.
“Prestasi bukan ditentukan oleh kesempurnaan, tetapi oleh semangat yang tidak pernah menyerah. Terima kasih kepada para orang tua yang terus mendampingi dan memberikan semangat bagi anak-anaknya. Teruslah melangkah, karena setiap anak-anakku memiliki cahaya dan keistimewaan yang luar biasa,” ujar Aries.
Menurut Aries, O2SN Pendidikan Khusus merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, untuk mengembangkan bakat dan potensinya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif harus diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, berprestasi, dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas kita adalah menghadirkan ruang yang mampu mengembangkan potensi tersebut agar mereka percaya diri dan siap menghadapi masa depan,” katanya.
Pelaksanaan O2SN Diksus tahun ini juga mendapat dukungan penuh dari guru, pendamping, serta orang tua yang terus memberikan motivasi kepada para peserta selama mengikuti perlombaan. Kehadiran mereka menjadi salah satu faktor penting dalam membangun semangat juang para atlet muda tersebut.
Selama dua hari penyelenggaraan, para peserta menampilkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Atmosfer kompetisi berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, memperlihatkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Melalui penyelenggaraan O2SN Pendidikan Khusus 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah pada tingkat nasional. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat implementasi pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Ajang tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat, kerja keras, dan dukungan dari keluarga serta lingkungan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang tangguh. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai program yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak istimewa agar berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
