Prestasi Gemilang! Jawa Timur Juara Umum Kejurnas Woodball, Lima Atlet Lolos ke World Cup di Malaysia

Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Provinsi Jawa Timur di cabor woodball. Tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta pada 24-30 Juni lalu. Kontingen Jawa Timur sukses keluar sebagai Juara Umum setelah memborong 10 medali emas, 8 medali perak, dan 5 medali perunggu, sekaligus menjadi kontingen dengan jumlah peserta terbanyak.

Sekertaris Umum (Sekum) IWbA Jawa Timur, Nurul Hidayati, menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang sejak awal tahun. Jawa Timur mengirimkan total 67 orang, yang terdiri dari 60 atlet, tiga pelatih, dan empat ofisial, mewakili provinsi dalam Kejurnas yang diikuti oleh 16 provinsi dari seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah kami menjadi kontingen terbanyak dan berhasil meraih 10 emas, 8 perak, serta 5 perunggu dari nomor seni, junior, maupun senior. Hasil tersebut mengantarkan Jawa Timur menjadi Juara Umum Kejurnas tahun ini,” ujarnya.Sabtu(18/7/26)

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan diperoleh secara instan. Persiapan dimulai melalui Kejuaraan Provinsi di Tulungagung pada April 2026, kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Jatim Open National pada Mei 2026. Dari dua ajang tersebut, tim pelatih melakukan seleksi ketat untuk menentukan atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat Jawa Timur di Kejurnas.

Setelah proses seleksi, para atlet menjalani pemusatan latihan bersama di Jenggolo pada akhir Juni. Program latihan tersebut difokuskan untuk menyatukan kemampuan para atlet sekaligus mematangkan strategi menghadapi persaingan nasional.

Ia mengapresiasi dukungan besar dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui KONI Jawa Timur beserta jajarannya yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet.

“Kami sangat bersyukur karena mendapat dukungan luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI Jawa Timur, serta seluruh pihak yang memberikan motivasi kepada anak-anak. Dukungan itu membuat para atlet semakin percaya diri hingga akhirnya mampu mempersembahkan gelar juara umum,” katanya.

Selain sukses di Kejurnas, Woodball Jawa Timur kini mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda yang lebih besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON). Meski kepastian cabang olahraga tersebut masih menunggu keputusan KONI Pusat, pihaknya tetap menjalankan program latihan secara berkesinambungan agar para atlet selalu berada dalam kondisi terbaik.

“Kami masih menunggu keputusan resmi dari pusat terkait pelaksanaan PON. Informasi terakhir yang kami terima peluangnya cukup besar cabang ini akan dipertandingkan, sehingga kami tetap menjaga kesiapan atlet,” jelasnya.

Lima Atlet Turun di World Cup

Tak hanya itu, prestasi Jawa Timur juga berlanjut di level internasional. Sebanyak lima atlet terbaik Jawa Timur resmi dipanggil memperkuat Tim Nasional Indonesia untuk mengikuti World Cup Woodball di Perlis, Malaysia. Jumlah atlet Jatim ini hampir separuh dari total 11 atlet yang dikirim ke kejuaraan dunia kali ini.

Kelima atlet tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, yakni Situbondo, Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan. Mereka merupakan atlet-atlet hasil seleksi nasional yang dinilai memiliki performa terbaik dan berhak mengenakan seragam Merah Putih di ajang dunia.

“Anak-anak ini merupakan atlet pilihan yang ditetapkan oleh Woodball Indonesia. Sebagian memang sudah memiliki pengalaman bertanding, namun sebagian lainnya baru pertama kali mendapat kesempatan tampil di luar negeri. Meski demikian, mereka memiliki kualitas dan jam terbang yang baik sehingga layak memperkuat Indonesia,” ungkapnya.

Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Provinsi Jawa Timur di cabor woodball. Tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 6-10 Juli lalu. Kontingen Jawa Timur sukses keluar sebagai Juara Umum setelah memborong 10 medali emas, 8 medali perak, dan 5 medali perunggu, sekaligus menjadi kontingen dengan jumlah peserta terbanyak.

Sekertaris Umum (Sekum) IWbA Jawa Timur, Nurul Hidayati, menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang sejak awal tahun. Jawa Timur mengirimkan total 67 orang, yang terdiri dari 60 atlet, tiga pelatih, dan empat ofisial, mewakili provinsi dalam Kejurnas yang diikuti oleh 16 provinsi dari seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah kami menjadi kontingen terbanyak dan berhasil meraih 10 emas, 8 perak, serta 5 perunggu dari nomor seni, junior, maupun senior. Hasil tersebut mengantarkan Jawa Timur menjadi Juara Umum Kejurnas tahun ini,” ujarnya, Sabtu(18/7/26)

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan diperoleh secara instan. Persiapan dimulai melalui Kejuaraan Provinsi di Tulungagung pada April 2026, kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Jatim Open National pada Mei 2026. Dari dua ajang tersebut, tim pelatih melakukan seleksi ketat untuk menentukan atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat Jawa Timur di Kejurnas.

Setelah proses seleksi, para atlet menjalani pemusatan latihan bersama di Jenggolo pada akhir Juni. Program latihan tersebut difokuskan untuk menyatukan kemampuan para atlet sekaligus mematangkan strategi menghadapi persaingan nasional.

Ia mengapresiasi dukungan besar dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui KONI Jawa Timur beserta jajarannya yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet.

“Kami sangat bersyukur karena mendapat dukungan luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI Jawa Timur, serta seluruh pihak yang memberikan motivasi kepada anak-anak. Dukungan itu membuat para atlet semakin percaya diri hingga akhirnya mampu mempersembahkan gelar juara umum,” katanya.

Selain sukses di Kejurnas, Woodball Jawa Timur kini mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda yang lebih besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON). Meski kepastian cabang olahraga tersebut masih menunggu keputusan KONI Pusat, pihaknya tetap menjalankan program latihan secara berkesinambungan agar para atlet selalu berada dalam kondisi terbaik.

“Kami masih menunggu keputusan resmi dari pusat terkait pelaksanaan PON. Informasi terakhir yang kami terima peluangnya cukup besar cabang ini akan dipertandingkan, sehingga kami tetap menjaga kesiapan atlet,” jelasnya.

Lima Atlet Turun di World Cup

Tak hanya itu, prestasi Jawa Timur juga berlanjut di level internasional. Sebanyak lima atlet terbaik Jawa Timur resmi dipanggil memperkuat Tim Nasional Indonesia untuk mengikuti World Cup Woodball di Perlis, Malaysia pada 24-30 Juli mendatang. Jumlah atlet Jatim ini hampir separuh dari total 11 atlet yang dikirim ke kejuaraan dunia kali ini.

Kelima atlet tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, yakni Situbondo, Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan. Mereka merupakan atlet-atlet hasil seleksi nasional yang dinilai memiliki performa terbaik dan berhak mengenakan seragam Merah Putih di ajang dunia.

“Anak-anak ini merupakan atlet pilihan yang ditetapkan oleh Woodball Indonesia. Sebagian memang sudah memiliki pengalaman bertanding, namun sebagian lainnya baru pertama kali mendapat kesempatan tampil di luar negeri. Meski demikian, mereka memiliki kualitas dan jam terbang yang baik sehingga layak memperkuat Indonesia,” ungkapnya.