SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penguatan motivasi belajar, kesiapan mental, serta dukungan terhadap sarana dan prasarana ujian bagi siswa SMA Khadijah Surabaya.
Persiapan menghadapi TKA menjadi perhatian penting agar peserta didik dapat mengikuti asesmen dengan optimal. Selain penguasaan materi pelajaran, kesiapan fisik dan mental juga diperlukan supaya siswa mampu mengerjakan setiap tahapan ujian dengan tenang dan percaya diri.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan motivasi kepada para siswa agar terus menjaga semangat belajar menjelang pelaksanaan TKA. Ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan, kesehatan, dan doa sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi ujian.
“Belajar yang sungguh-sungguh ya, Nak. Semangat terus, jaga kesehatan, dan jangan lupa berdoa. Semoga ujiannya lancar dan sukses,” pesan Aries kepada para siswa.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh persiapan akademik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kondisi tubuh, mengelola tekanan, serta membangun keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.
Perkuat Kesiapan Akademik dan Mental Siswa
Menjelang TKA gelombang kedua, siswa diharapkan memanfaatkan waktu persiapan secara efektif. Pengulangan materi, latihan soal, pengelolaan waktu, serta pemahaman terhadap mekanisme pelaksanaan asesmen menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ujian.
Aries menekankan bahwa peserta didik perlu menjalani proses belajar dengan sungguh-sungguh dan konsisten. Persiapan yang dilakukan secara terencana akan membantu siswa menghadapi ujian tanpa harus terbebani oleh tekanan berlebihan.
Di sisi lain, dukungan sekolah dan keluarga tetap menjadi faktor penting. Lingkungan belajar yang kondusif, pendampingan guru, serta perhatian orang tua dapat membantu siswa menjaga motivasi dan membangun rasa percaya diri.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan yang tidak semata-mata berorientasi pada hasil ujian. Proses pembelajaran, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemampuan peserta didik dalam mengembangkan potensi diri juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan.
Karena itu, persiapan TKA perlu dipandang sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran yang mendorong siswa mengenali kemampuan akademiknya sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan pendidikan berikutnya.
Kesiapan Sarana Pendukung Menjadi Perhatian
Selain mempersiapkan peserta didik, kesiapan fasilitas pendukung pelaksanaan asesmen juga perlu mendapat perhatian. Ruang ujian yang memadai, perangkat komputer yang berfungsi baik, serta dukungan teknis yang sesuai menjadi unsur penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan TKA berbasis komputer.
Dokumentasi kegiatan di SMA Khadijah Surabaya memperlihatkan ruang yang dilengkapi meja dan perangkat komputer untuk mendukung kegiatan pembelajaran maupun asesmen. Kesiapan fasilitas seperti ini menjadi salah satu aspek yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis sebelum pelaksanaan ujian.
Pengecekan perangkat, kestabilan jaringan, serta kesiapan petugas teknis diperlukan untuk meminimalkan kendala yang berpotensi mengganggu konsentrasi peserta. Dengan persiapan yang matang, sekolah dapat menciptakan suasana ujian yang tertib dan mendukung siswa mengerjakan soal secara optimal.
Koordinasi antara pihak sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan juga berperan penting dalam memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan asesmen dapat dipersiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, kesiapan fasilitas harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pembelajaran. Perangkat yang memadai akan mendukung proses asesmen, tetapi pencapaian siswa tetap membutuhkan pembelajaran yang konsisten, pendampingan guru, dan kesungguhan peserta didik dalam mempersiapkan diri.
TKA sebagai Bagian dari Evaluasi Pendidikan
Tes Kemampuan Akademik merupakan instrumen untuk memperoleh gambaran mengenai capaian kemampuan akademik peserta didik. Hasil asesmen dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam memahami kemampuan siswa, dengan tetap memperhatikan ketentuan penggunaan hasil TKA yang berlaku.
Oleh karena itu, siswa diharapkan tidak menjadikan ujian sebagai sumber kecemasan berlebihan. Pemahaman terhadap tujuan asesmen, disertai persiapan yang baik, dapat membantu peserta didik mengikuti ujian secara lebih terukur dan bertanggung jawab.
Bagi sekolah, pelaksanaan TKA juga menjadi momentum untuk meninjau kembali efektivitas pembelajaran serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat. Hasil evaluasi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Aries berharap para siswa mampu menjaga komitmen belajar hingga hari pelaksanaan ujian. Semangat, kedisiplinan, kesehatan, dan sikap optimistis perlu dipertahankan agar seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat memberikan hasil terbaik.
Dengan dukungan sekolah, guru, orang tua, serta Dinas Pendidikan Jawa Timur, persiapan menghadapi TKA gelombang kedua diharapkan berlangsung optimal. Para siswa SMA Khadijah Surabaya pun diharapkan dapat mengikuti asesmen dengan lancar, percaya diri, dan menunjukkan kemampuan akademik secara maksimal.

