MAGETAN – Budaya bersih di lingkungan sekolah tidak cukup dibangun melalui imbauan atau aturan tertulis. Kebiasaan tersebut harus dimulai dari keteladanan dan dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.
Pesan itu ditunjukkan langsung Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat mengunjungi SMAN 2 Magetan, Selasa (6/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aries tidak hanya berbincang dengan para siswa. Ia juga ikut menunjukkan secara langsung pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, termasuk membuang sampah pada tempatnya.
Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya Dindik Jatim mendorong sekolah agar tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter siswa melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Lingkungan sekolah yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan proses belajar mengajar. Selain itu, hal ini juga mencerminkan budaya positif yang harus terus dibangun di lingkungan pendidikan,” kata Aries.
Menurut dia, kebersihan sekolah memiliki kaitan erat dengan pembentukan karakter. Ketika siswa terbiasa menjaga lingkungan, mereka sekaligus belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan kebiasaan hidup tertib.
Karena itu, budaya bersih tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan sekolah. Guru, tenaga kependidikan, hingga siswa harus memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga lingkungan bersama.
Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Kunjungan Aries di SMAN 2 Magetan juga memperlihatkan pendekatan yang lebih dekat dengan siswa. Selain memberikan contoh menjaga kebersihan, ia terlihat berdialog dan berinteraksi langsung dengan sejumlah pelajar di lingkungan sekolah.
Suasana tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus disampaikan melalui ruang kelas atau kegiatan formal. Pesan tentang kedisiplinan dan kepedulian lingkungan justru dapat lebih mudah diterima ketika diperlihatkan melalui tindakan nyata.
“Melalui budaya hidup bersih dan disiplin, siswa diajak untuk memiliki rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” demikian penekanan Aries dalam mendorong penguatan budaya bersih di satuan pendidikan.
Dorongan tersebut sejalan dengan gerakan kebersihan yang sebelumnya dikembangkan Dindik Jatim di berbagai sekolah. Pada Februari 2026, misalnya, sekolah-sekolah di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember menjalankan gerakan satu jam bersih-bersih yang melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Program tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus mendorong pengurangan sampah, termasuk sampah plastik sekali pakai.
Artinya, kebersihan bukan sekadar program sesaat, melainkan bagian dari pembiasaan yang harus terus dipelihara di lingkungan pendidikan.
Sekolah Bersih, Karakter Siswa Tumbuh
SMAN 2 Magetan sendiri memiliki lingkungan yang dihiasi mural bertema kebangsaan dan pendidikan karakter. Ruang-ruang terbuka di sekolah juga dimanfaatkan sebagai tempat siswa berinteraksi dan beraktivitas.
Dalam konteks tersebut, pesan yang dibawa Aries menjadi semakin relevan. Sekolah yang nyaman tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh perilaku seluruh penghuninya dalam merawat lingkungan.
Penguatan karakter melalui lingkungan sekolah juga sejalan dengan perhatian Dindik Jatim terhadap pembentukan budaya positif. Dalam program Gerakan Sekolah Bermural dan Berkarakter (GSBB), Aries sebelumnya menekankan pentingnya membangun sekolah yang bersih, indah, dan nyaman sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Dengan demikian, membuang sampah pada tempatnya mungkin terlihat sebagai tindakan sederhana. Namun, dari kebiasaan kecil tersebut dapat tumbuh sikap disiplin dan rasa memiliki terhadap lingkungan.
Pesan utama yang ingin dibangun Dindik Jatim pun cukup jelas: budaya bersih tidak lahir dari banyaknya aturan, tetapi dari keteladanan yang dilakukan terus-menerus.
Aries memilih menunjukkan pesan itu secara langsung di hadapan para siswa. Sebab, sebelum meminta peserta didik menjaga kebersihan sekolah, orang dewasa di lingkungan pendidikan harus terlebih dahulu memberikan contoh.

