Kadindik Jatim Wakili Gubernur Khofifah Hadiri Peluncuran Komunitas Guru Menulis Jawa Pos

Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peluncuran Komunitas Guru Menulis Jawa Pos yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Jawa Pos, Rabu (1/7/2026), di Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong para guru untuk aktif menghasilkan karya tulis yang inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menyampaikan ucapan selamat kepada Jawa Pos atas perjalanan 77 tahun sebagai salah satu media yang konsisten berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui penguatan literasi dan pendidikan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Jawa Pos yang selama ini memberikan ruang bagi para pendidik untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta praktik baik melalui karya tulis.

Aries mengatakan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan media massa memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan melalui tulisan yang mampu menginspirasi masyarakat luas.

“Mewakili Ibu Gubernur Khofifah, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Jawa Pos atas hari jadinya yang ke-77. Dengan terus bergandengan tangan bersama Jawa Pos, guru tidak hanya diberi ruang untuk menginspirasi di dalam kelas, tetapi juga melalui karya tulisnya. Guru yang mengajar akan dikenang oleh muridnya, sedangkan guru yang menulis akan dikenang oleh zaman,” demikian pesan Gubernur Khofifah yang disampaikan Aries Agung Paewai.

Peluncuran Komunitas Guru Menulis Jawa Pos diharapkan menjadi wadah bagi para pendidik untuk mengembangkan kemampuan literasi, menuangkan ide-ide inovatif, serta mendokumentasikan pengalaman mengajar dalam bentuk tulisan yang berkualitas. Kehadiran komunitas ini juga membuka peluang kolaborasi antara guru, media, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.

Menurut Aries, budaya menulis menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki guru di era transformasi pendidikan. Melalui tulisan, berbagai inovasi pembelajaran, praktik baik di sekolah, hingga solusi atas tantangan pendidikan dapat disebarluaskan sehingga memberi manfaat bagi guru lain maupun masyarakat secara luas.

Ia berharap semakin banyak pendidik di Jawa Timur yang terdorong untuk berkarya melalui tulisan, baik dalam bentuk artikel, opini, maupun karya ilmiah populer. Dengan demikian, semangat berbagi pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui media massa.

Kegiatan peluncuran Komunitas Guru Menulis Jawa Pos turut dihadiri sejumlah tokoh dari dunia pendidikan, media, serta mitra strategis yang mendukung penguatan literasi nasional. Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan media dalam menciptakan generasi yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing.

Melalui kolaborasi tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur optimistis budaya literasi akan semakin berkembang di kalangan pendidik. Kehadiran Komunitas Guru Menulis Jawa Pos diharapkan menjadi ruang produktif bagi guru untuk terus berkarya, berbagi inspirasi, dan memberikan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan Indonesia melalui kekuatan tulisan.