PASURUAN – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus mengawal pelaksanaan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peninjauan progres revitalisasi ruang kelas di SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (17/10/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, meninjau langsung proses pengerjaan revitalisasi sekaligus memberikan arahan agar pelaksanaannya berjalan optimal dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Dindik Jatim dalam memastikan pembenahan fasilitas pendidikan tidak sekadar berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih layak bagi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, kualitas pekerjaan, aspek keselamatan, serta kenyamanan lingkungan sekolah menjadi perhatian penting. Revitalisasi diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar sehingga siswa dan guru dapat menjalankan aktivitas pendidikan secara lebih optimal.
Aries menegaskan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana merupakan bagian penting dari upaya memperkuat fondasi pendidikan di Jawa Timur. Menurut dia, fasilitas sekolah yang memadai harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
“Perbaikan sarana dan prasarana sekolah harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan pendidikan. Kami ingin memastikan peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung mereka untuk berkembang serta meraih prestasi,” ujar Aries.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan proses revitalisasi berjalan sesuai perencanaan, sehingga hasil pekerjaan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekolah.
Revitalisasi Bukan Sekadar Perbaikan Bangunan
Komitmen peningkatan fasilitas pendidikan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus mendorong pemerataan mutu pendidikan melalui rehabilitasi dan revitalisasi sekolah.
Dalam pemberitaan beberapa media sebelumnya pada Januari 2026 lalu, Dindik Jatim disebut mengawal program rehabilitasi dan revitalisasi terhadap 22 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Total anggaran program tersebut mencapai Rp23,71 miliar.
Aries ketika itu menegaskan bahwa pemerataan mutu pendidikan menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menyebut peserta didik di wilayah Tapal Kuda berhak memperoleh layanan pendidikan dengan kualitas yang setara, termasuk dukungan sarana belajar yang aman dan nyaman.
“Pemerataan mutu pendidikan menjadi komitmen utama kami. Anak-anak di wilayah Tapal Kuda harus mendapatkan kualitas layanan pendidikan yang sama baiknya, dengan sarana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran,” kata Aries, sebagaimana dikutip media lain beberapa waktu lalu.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari strategi memperluas akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, termasuk bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan pembenahan fasilitas fisik.
SMAN 1 Pandaan Tetap Menjadi Ruang Pengembangan Prestasi
Di tengah proses revitalisasi, SMAN 1 Pandaan juga menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bridge Jawa Timur 2026 yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026. Kejuaraan tersebut diikuti sekitar 360 atlet dari 17 daerah atau cabang organisasi bridge di Jawa Timur.
Penyelenggaraan kejuaraan itu menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dapat menjadi ruang pengembangan potensi, pembinaan karakter, dan prestasi peserta didik maupun komunitas olahraga.
Karena itu, pembenahan sarana pendidikan perlu memperhatikan keberlanjutan aktivitas sekolah. Proses pengerjaan harus dikelola dengan baik agar lingkungan pendidikan tetap mendukung kegiatan akademik maupun aktivitas pengembangan minat dan bakat.
Melalui revitalisasi SMAN 1 Pandaan, Dindik Jatim berharap pembenahan fasilitas dapat memberikan manfaat jangka panjang. Infrastruktur yang lebih layak diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya pembelajaran yang semakin berkualitas, sekaligus mendukung sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, produktif, dan berorientasi pada prestasi.
Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan pendidikan Jawa Timur yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

