Kawah Candradimuka Entrepreneur Muda, Aries Paewai Dorong SMK Cetak Petani Milenial

NGANJUK – Sekolah menengah kejuruan (SMK) didorong tidak hanya mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga melahirkan wirausaha muda yang mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah. Sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pendidikan vokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai SMKN 1 Gondang, Kabupaten Nganjuk, memiliki potensi untuk menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa entrepreneur, khususnya di bidang pertanian.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi SMKN 1 Gondang dalam rangkaian kegiatan Edufuture Expo 2026, Kamis (15/10/2026). Dalam kesempatan itu, Aries meninjau potensi pengembangan pendidikan berbasis agribisnis yang dapat menjadi bekal siswa untuk membangun usaha secara mandiri.

Menurut Aries, sekolah harus mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki agar proses pembelajaran memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Tempat ini bukan hanya tempat mendidik anak-anak kita. Menurut saya, ini adalah kawah candradimuka untuk menemukan bibit-bibit entrepreneur dan petani milenial. Jadi, jangan sia-siakan potensi yang ada di tempat kita ini agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar Aries.

Ia berharap pembelajaran berbasis praktik terus diperkuat sehingga siswa memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola kegiatan produktif. Dengan begitu, keterampilan yang dipelajari di sekolah dapat dikembangkan menjadi peluang usaha setelah lulus.

Pertanian dan Peternakan Jadi Ruang Belajar Produktif

Pengembangan pendidikan agribisnis menjadi salah satu peluang bagi SMK untuk mendekatkan pembelajaran dengan potensi ekonomi di lingkungan sekitar. Siswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mengenal proses produksi, pengelolaan usaha, hingga peluang pemasaran hasil pertanian dan peternakan.

Potensi tersebut sejalan dengan karakter pendidikan di SMKN 1 Gondang yang memiliki program keahlian di bidang agribisnis tanaman, agribisnis ternak, usaha pertanian terpadu, serta agriteknologi pengolahan hasil pertanian.

Data satuan pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mencatat bahwa sekolah tersebut memiliki beragam program keahlian yang dapat menjadi dasar pengembangan keterampilan produktif siswa.

Melalui penguatan praktik dan kewirausahaan, siswa diharapkan mampu melihat sektor pertanian sebagai bidang usaha yang menjanjikan. Pemanfaatan teknologi, inovasi produksi, dan pengelolaan bisnis menjadi aspek penting agar usaha yang dikembangkan dapat bertahan dan memiliki daya saing.

Edufuture Expo Perkuat Inovasi Pendidikan Vokasi

Upaya mengembangkan potensi sekolah tersebut juga menjadi bagian dari semangat Edufuture Expo 2026 yang digelar di SMKN 1 Gondang. Kegiatan ini menjadi ruang bagi sekolah untuk memperkenalkan program unggulan sekaligus menunjukkan arah pengembangan pendidikan vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Mengutip pemberitaan Lingkaran Istana pada 15 Oktober 2026, empat SMK negeri di Kabupaten Nganjuk memperkenalkan program unggulan masing-masing dalam kegiatan tersebut. Program yang ditampilkan meliputi Eduwisata dari SMKN 1 Gondang, Agrotel dari SMKN 2 Bagor, Teaching Factory Auto Body Repair dari SMKN 1 Tanjunganom, serta Edupreneur Fest dari SMKN 1 Kertosono.

Sementara itu, Ketik.com pada 16 Oktober 2026 turut memberitakan apresiasi Aries terhadap pengembangan lima program unggulan Edu Future, yakni Edupreneur Fest, Eduwisata, Agrohotel, Auto Body Repair, dan Panen Digital. Aries berharap program-program tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi siswa, sekolah, serta masyarakat.

Pengembangan program unggulan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat mengambil peran lebih luas dalam mendorong inovasi dan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Bagi Aries, potensi yang tumbuh di lingkungan sekolah perlu dikelola secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebatas kegiatan pembelajaran atau seremoni peluncuran program.

Dengan memperkuat pembelajaran praktik, jiwa kewirausahaan, serta pemanfaatan potensi daerah, SMK di Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja.

SMKN 1 Gondang menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan vokasi dapat diarahkan untuk menumbuhkan petani milenial dan entrepreneur muda yang mampu mengembangkan potensi pertanian serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.