Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Tempat Karaoke Plus – Plus Papan Atas di Surabaya Layak Ditutup, Kyai Imron Fattah : Risma Jangan Pura- Pura Tutup Mata

0 972

 

Kyai Imron Fattah, Aktivis LSM Jaka Jatim

Surabaya, LenzaNasional.com – Tutupnya lokalisasi Dolly dan Jarak, tidak lantas membuat Kota Pahlawan bersih dari prostitusi. Selain dua lokalisasi itu, masih banyak tempat prostitusi di Surabaya yang bisa disajikan sarana untuk melepas syahwat.

Namun bedanya, tempat-tempat ini dibungkus menjadi tempat hiburan karaoke menengah hingga karaoke berkelas tingkat atas yang menyuguhkan pemandu lagu yang akrab dengan sapaan Ladies yang siap diorder setiap saat.

Tak banyak berbeda dengan kondisi pada ladies rumah karaoke kelas menengah, dengan rumah karaoke kelas atas relatif sama, yakni kita memilih wanita pendamping yang diinginkan, dan kemudian berkaraoke ria bersama para ladies cantik.

Yang terlihat mencolok perbedaanya antara ladies kelas menengah dan atas adalah wajah dan kesintalan badannya. Hampir dipastikan, pada karaoke dewasa kelas atas, tidak ada ladies yang berwajah standar, rata-rata berwajah cantik, dan terkesan elegan.

Perbedaan harga tersebut, berujung pada perbedaan pelayanan dari sang ladies.

Selain pemandu lagu, ladies bisa juga di booking keluar tergantung negosiasi harga antara relasi dan mami para ladies, harga cocok, ladies boleh dibooking keluar, ungkap mami salah satu rumah karaoke berkelas atas yang enggang disebut namanya.

Ada 5 tempat hiburan karaoke kelas atas yang merangkap berpraktek prostitusi, namun sangat ironis, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dibuat tak berkutik untuk memberantas tempat hiburan tersebut, Satpol PP Kota surabaya, hanya tajam kebawah, namun tumpul keatas, padahal Satpol PP adalah lembaga penegak Perda di Kota Surabaya, Ungkap Kyai Imron Fattah Aktivis LSM Jaka Jatim.

Kyai Imron Fattah menegaskan, “Kalau Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak mampu menutup tempat hiburan malam Karaoke plus- plus, kami siap turun, dan ingat Satpol PP Kota Surabaya jangan hanya mampu mengobrak abrik PKL yang Ikhtiar mencari nafkah halal buat keluarganya.”

“Walaikota Surabaya jangan pura- pura tutup mata dan telinga, apalagi pilih kasih, kami punya data dan bukti yang akurat tentang bisnis prostitusi yang berada di 5 rumah karaoke papan atas. Kami tidak asal ngomong. Insya Allah begitu Khofifah dilantik sebagai Gubernur Jawa Timur, semua data dan bukti yang kami temukan akan diserahkan ke Ibu Khofifah, agar segera melakukan tindakan tegas untuk menutup 5 tempat karaoke plus- plus yang ada di Kota Surabaya,” ujar Kyai Imron.

Kyai Imron Fattah aktivis LSM Jaka Jatim menambahkan “Kami berharap ketika Khofifah dilantik dan sah menjadi Gubernur Jawa Timur, ini adalah salah satu program yang segera ditindak lanjuti yakni menutup 5 tempat karaoke kelas atas yang ada di Kota Surabaya, jangan mau kalah dengan Pemprov DKI dimana Gubernur DKI Anies Baswedan sangat tegas mengambil sikap untuk menutup Alexis yang terbukti melegalkan prostitusi. Insya Allah Ibu Khofifah orangnya tegas dan saya yakin mampu menutup tempat hiburan malam karaoke kelas atas yang beroperasi menjadi karaoke plus-plus.”

“Harapan kami agar ke 5 tempat hiburan malam karaoke plus- plus ditutup, sehingga Kota Surabaya bersih dari tempat maksiat,” pungkas Kyai Imron. (LN/AF)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center


This site is protected by wp-copyrightpro.com

error: Content is protected by LenzaNasional !!