SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan apresiasi terhadap inovasi Rumah Jamur yang dikembangkan SMKN 1 Surabaya. Program tersebut dinilai menjadi implementasi nyata Program SIKAP (Sinergi Inovasi dan Kewirausahaan untuk Penguatan Pendidikan) dalam membangun jiwa kewirausahaan sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis praktik di lingkungan sekolah.
Apresiasi itu disampaikan Aries saat meninjau langsung Rumah Jamur SMKN 1 Surabaya, Selasa (14/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat proses budidaya jamur hingga pemanfaatan lahan sekolah untuk pengembangan pertanian modern, termasuk hidroponik yang dikelola warga sekolah.
Menurut Aries, budidaya jamur di lingkungan sekolah masih tergolong langka. Karena itu, inovasi yang dilakukan SMKN 1 Surabaya layak menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur.
“Budidaya jamur di lingkungan sekolah masih sangat jarang kita temui, sehingga apa yang dilakukan SMKN 1 Surabaya menjadi sebuah inovasi yang patut dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur. Saya sangat mengapresiasi rumah jamur ini,” ujar Aries Agung Paewai.
Ia menegaskan, pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan, kreativitas, serta jiwa wirausaha. Kehadiran Rumah Jamur menjadi salah satu media pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik mengenai proses produksi hingga pengelolaan usaha.
Selain meninjau Rumah Jamur, Aries juga mengamati pengembangan tanaman hidroponik yang memanfaatkan area sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa sekolah mampu mengoptimalkan lahan terbatas menjadi sarana pembelajaran produktif yang bernilai ekonomi.
Program seperti ini, lanjutnya, sejalan dengan komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam mendorong lahirnya sekolah-sekolah yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha.
Melalui Program SIKAP, Dindik Jatim terus mengembangkan ekosistem pendidikan yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan penguatan kompetensi peserta didik agar siap menghadapi tantangan masa depan.
Rumah Jamur SMKN 1 Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi laboratorium praktik bagi siswa, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual sehingga dapat mendukung pembelajaran berbasis kewirausahaan. Model pembelajaran ini dinilai mampu membekali lulusan SMK dengan pengalaman nyata dalam mengelola usaha sejak masih berada di bangku sekolah.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap inovasi serupa dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat budaya inovasi, serta mencetak lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
