Diskusi Kebangsaan Muswil SAPMA PP Jatim Tekankan Penguatan Generasi Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045

0 18

Surabaya – Diskusi bersama Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Nurul Ansori, menjadi agenda strategis dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) SAPMA Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur. Kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi kepemudaan tersebut dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter Pancasila menuju Indonesia Emas 2045.

Diskusi kebangsaan yang digelar di Surabaya, Sabtu (13/12/2025), diikuti oleh pengurus dan kader SAPMA PP dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan pemuda untuk membahas tantangan kebangsaan di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi informasi.

 

Dalam pemaparannya, Nurul Ansori menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Mulai dari ribuan pulau, ratusan bahasa daerah, hingga lebih dari seribu suku dan etnis hidup berdampingan dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Keberagaman ini adalah anugerah dan takdir Tuhan yang harus kita syukuri. Ia tidak boleh menjadi jurang pemisah, apalagi sumber konflik antar kelompok,” ujar Nurul Ansori di hadapan peserta Muswil.

Ia menekankan pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, inti nilai Pancasila adalah gotong royong, yang semestinya tercermin dalam perilaku sosial, penyelenggaraan pemerintahan, hingga penegakan hukum.

“Negara hukum yang membahagiakan rakyat tidak hanya bertumpu pada bunyi pasal undang-undang, tetapi pada perilaku penegak hukum dan seluruh elemen bangsa yang menjunjung nilai gotong royong,” tegasnya.

Diskusi kebangsaan ini juga mengulas posisi strategis Jawa Timur dalam pembangunan nasional. Dengan jumlah penduduk lebih dari 41 juta jiwa serta bonus demografi yang cukup besar, Jawa Timur dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Nurul Ansori mengingatkan, bonus demografi harus dikelola dengan baik melalui penguatan karakter, pendidikan kebangsaan, serta pembinaan ideologi Pancasila. Tanpa itu, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban sosial di masa depan.

Peserta diskusi yang mayoritas berasal dari kalangan pemuda dan mahasiswa juga diajak untuk aktif menjaga persatuan, merawat toleransi, serta menangkal paham radikalisme dan disinformasi, khususnya yang berkembang melalui media sosial.

Melalui diskusi kebangsaan ini, SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur menegaskan perannya sebagai organisasi kaderisasi pemuda ideologis yang berkomitmen menjaga keutuhan NKRI. Hasil diskusi diharapkan menjadi rekomendasi strategis Muswil SAPMA PP Jatim dalam memperkuat kontribusi pemuda bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada 2045.

Comments
Loading...

This site is protected by wp-copyrightpro.com