MAGETAN — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi di Kabupaten Magetan.
Penyerahan bantuan berlangsung di SMAN 2 Magetan, Selasa (6/10/2026). Sebanyak 110 murid menerima bantuan pendidikan dengan nilai masing-masing Rp1 juta, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp110 juta.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu peserta didik yang membutuhkan dukungan afirmasi agar dapat mempertahankan keberlanjutan pendidikan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak untuk tetap bersekolah.
Khofifah mengatakan bantuan pendidikan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para penerima.
“Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu anak-anak kita dalam memenuhi kebutuhan pendidikannya,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, dukungan terhadap peserta didik tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan kebutuhan pendidikan anak dapat terpenuhi.
Karena itu, bantuan afirmasi menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat keberlanjutan pendidikan, terutama bagi murid yang berasal dari kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Dorong Anak Jatim Tidak Putus Sekolah
Kebijakan bantuan pendidikan afirmasi tersebut sejalan dengan pesan Khofifah dalam sejumlah penyaluran bantuan pendidikan di Jawa Timur.
Saat menyerahkan bantuan pendidikan bagi murid afirmasi di Kabupaten Jombang pada Agustus 2026, Khofifah menekankan agar anak-anak tidak sampai berhenti sekolah dan terus mengembangkan prestasi.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa bantuan pendidikan tidak semata-mata diposisikan sebagai dukungan finansial, tetapi juga sebagai dorongan agar peserta didik tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi.
Program serupa sebelumnya juga diberikan di sejumlah daerah. Di Jombang, misalnya, Pemprov Jatim menyalurkan bantuan Rp1 juta kepada setiap penerima dan menyasar murid SMA, SMK, serta SLB. ANTARA mencatat sebanyak 112 murid menerima bantuan secara langsung dalam penyerahan pada 28 Agustus 2026.
Aries Paewai: Jangan Ada Anak yang Terhenti Pendidikannya
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa bantuan pendidikan afirmasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak Jawa Timur.
Dalam penyaluran program afirmasi di Jombang, Aries menyebut Pemprov Jatim pada 2026 memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 50.000 anak di Jawa Timur.
“Harapan kita dan harapan Ibu Gubernur tentunya tidak ada anak yang tidak bersekolah, tidak ada anak yang putus di perjalanan untuk tidak melanjutkan pendidikannya,” kata Aries.
Menurut Aries, keberlanjutan pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua memiliki peran untuk memastikan peserta didik memperoleh kesempatan belajar sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan berbagai program Dinas Pendidikan Jatim yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan, inovasi, karakter, dan prestasi peserta didik.
Magetan Jadi Bagian Penguatan Pendidikan Inklusif
Penyaluran bantuan di Magetan juga memperlihatkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Magetan, kegiatan di SMAN 2 Magetan tersebut juga menjadi bagian dari peninjauan proses pencairan bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi serta program SIKAP. Selain bantuan pendidikan, Pemprov Jatim turut memberikan bantuan Rp100 juta untuk pembangunan Masjid Al-Istiqomah SMAN 2 Magetan.
Kehadiran Khofifah didampingi jajaran Dinas Pendidikan Jatim juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap satuan pendidikan di daerah.
Bagi peserta didik penerima bantuan, dukungan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan sekaligus menjadi motivasi agar mereka tetap bersemangat menyelesaikan pendidikan.
Dengan demikian, momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur tidak hanya menjadi perayaan administratif tahunan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Bantuan pendidikan afirmasi di Magetan menjadi salah satu bentuk nyata kebijakan tersebut. Pemerintah Jawa Timur berupaya memastikan setiap anak, termasuk mereka yang membutuhkan dukungan lebih, tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berprestasi, dan menatap masa depan.

