Kadindik Jatim Perkuat Kolaborasi dengan BKKBN, Fokus Bangun Ketahanan Keluarga Lewat Pendidikan

LN54 Dilihat

SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi strategis bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur melalui pembaruan sekaligus perpanjangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama jajaran BKKBN Jawa Timur pada Rabu (6/5). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program pendidikan berbasis keluarga dan kependudukan di lingkungan sekolah.

Dalam kerja sama tersebut, terdapat sejumlah program strategis yang akan terus diperkuat, di antaranya Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Program-program itu dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik sekaligus memperkuat ketahanan keluarga melalui jalur pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa kolaborasi dengan BKKBN menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena pendidikan tidak hanya berbicara soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai keluarga, serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan,” ujar Aries.

Menurut Aries, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. Karena itu, berbagai program yang berkaitan dengan kependudukan, kesehatan remaja, hingga ketahanan keluarga perlu terus diperkuat melalui sinergi antarinstansi.

Ia menambahkan, Dindik Jatim berkomitmen mendukung implementasi program-program BKKBN di satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, serta pentingnya membangun keluarga yang berkualitas.

“Program-program dari BKKBN ini menjadi pelengkap penting dalam dunia pendidikan. Kami ingin peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, dan pemahaman tentang pentingnya ketahanan keluarga,” katanya.

Aries juga menilai keberadaan Sekolah Siaga Kependudukan mampu menjadi sarana edukasi yang efektif dalam meningkatkan literasi kependudukan di kalangan pelajar. Melalui program tersebut, siswa diajak memahami berbagai isu strategis seperti bonus demografi, perencanaan kehidupan berkeluarga, hingga pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Gerakan Ayah Teladan Indonesia dinilai dapat memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Aries menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua.

“Sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan generasi emas Indonesia. Karena itu, kami akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pendidikan yang lebih holistik,” tegasnya.

Kerja sama antara Dindik Jatim dan BKKBN Jawa Timur ini diharapkan mampu memperluas implementasi program kependudukan dan ketahanan keluarga di sekolah-sekolah. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan di Jawa Timur tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kualitas kehidupan peserta didik.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis dapat menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *