Kadindik Jatim Terima Audiensi IMM UINSA, Dorong Pendidikan Inklusif dan Literasi
Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menerima audiensi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (IMM UINSA) Surabaya dalam forum dialog yang berlangsung hangat dan konstruktif, Jumat (24/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara pemerintah dan mahasiswa terkait penguatan sektor pendidikan di Jawa Timur.
Dalam audiensi itu, perwakilan IMM UINSA memaparkan program Ruang Bimbingan Belajar (RBB) yang dirancang untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan di masyarakat. Program ini berfokus pada pendampingan anak jalanan, penguatan pendidikan inklusif, serta peningkatan indeks literasi di Jawa Timur.

Para mahasiswa menilai, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu solusi efektif untuk menjangkau kelompok yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal.
Kadindik Aries menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam dunia pendidikan merupakan bagian penting dari upaya kolektif membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai corong informasi sekaligus agen perubahan. Apa yang disampaikan hari ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus memperkuat akses pendidikan yang merata dan inklusif di Jawa Timur,” ujar Aries.

Menurut Aries, tantangan pendidikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan kurikulum, tetapi juga menyangkut pemerataan akses dan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi kemahasiswaan, menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan. Peran aktif mahasiswa, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk menjembatani aspirasi masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.
“Kepedulian terhadap pendidikan harus menjadi gerakan bersama. Sinergi antara pemerintah dan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah konkret yang berdampak langsung, baik dalam memperluas akses pendidikan maupun meningkatkan kualitas pembelajaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aries berharap program RBB yang diinisiasi IMM UINSA dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan. Ia juga membuka peluang kolaborasi lanjutan antara Dinas Pendidikan Jawa Timur dengan mahasiswa dalam berbagai program pemberdayaan pendidikan.
Sementara itu, perwakilan IMM UINSA menyampaikan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pendidikan melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Mereka berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat memperkuat implementasi program di lapangan.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan akses pendidikan semakin merata, kualitas pembelajaran meningkat, serta tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur.
