1.416 Lulusan Unesa Dikukuhkan, Rektor Soroti Pentingnya Resiliensi di Panggung Global
Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali meluluskan 1.416 wisudawan dalam prosesi wisuda ke-119 yang berlangsung di Graha Unesa, Kampus Lidah Wetan, Rabu (29/4/2026). Momentum ini tidak sekadar seremoni akademik, tetapi juga penegasan akan pentingnya daya lenting (resiliensi) lulusan dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Dalam sambutannya, Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan, menekankan bahwa keberhasilan di era saat ini tidak hanya ditentukan oleh ketangguhan, tetapi juga kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perubahan. Menurutnya, lanskap global yang penuh ketidakpastian menuntut lulusan untuk memiliki kecakapan membaca situasi sekaligus kesiapan bertransformasi.
Ia menegaskan bahwa sejak masa perkuliahan, Unesa telah membekali mahasiswa dengan berbagai proses pembelajaran yang mendorong ketahanan mental dan semangat pantang menyerah. Ke depan, penguatan kurikulum juga diarahkan pada isu-isu strategis, termasuk integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai program studi.
Tema wisuda kali ini, “Wisudawan Unesa Tangguh, Mandiri, dan Adaptif untuk Resiliensi Global”, menurutnya menjadi refleksi sekaligus arah bagi lulusan agar tidak mudah goyah di tengah tekanan global yang terus berubah.
Rektor juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga nama baik almamater, bersikap rendah hati, serta aktif berkontribusi di berbagai sektor mulai dari politik, ekonomi, hingga seni dan budaya, dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Pandangan serupa disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali. Ia menyoroti bahwa dunia tengah menghadapi beragam tantangan multidimensi, mulai dari geopolitik, geoekonomi, perubahan demografi, krisis lingkungan, hingga percepatan perkembangan teknologi.
Dalam konteks tersebut, ia menilai lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki daya tahan, fleksibilitas, dan sensitivitas terhadap perubahan global.

Ia menambahkan, perguruan tinggi kini dituntut bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan, mampu bertahan di tengah disrupsi, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi capaian Unesa yang dinilai memiliki keunggulan dalam pengembangan sumber daya lokal, khususnya di bidang pendidikan dan sosial humaniora. Pengakuan global melalui capaian peringkat tinggi dalam Higher Education Impact Ranking turut memperkuat posisi tersebut.
Pada wisuda kali ini, sejumlah lulusan terbaik dari berbagai jenjang dan fakultas turut diumumkan, di antaranya Tabitha Ayu Putri Ning Bestari (IPK 3,96) dari D4 Desain Grafis, Rachel Zevanya Davian Silitonga (IPK 3,95) dari PGSD, hingga Ainus Salsabila yang meraih IPK sempurna 4,00 pada program magister Pendidikan Sains.
Sebagai bentuk apresiasi, Unesa bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan penghargaan kepada para lulusan terbaik berupa tabungan pendidikan dan beasiswa untuk melanjutkan studi.
