Surabaya – Kepengurusan baru DPW Partai Perindo Jawa Timur mulai menyusun langkah strategis usai pelantikan. Selain memperkuat mesin partai hingga tingkat desa, Perindo juga membidik generasi muda melalui program ekonomi kerakyatan dan akses pendidikan guna mendongkrak kekuatan elektoral pada pemilu mendatang.
Usai resmi dilantik, jajaran baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Jawa Timur langsung bergerak melakukan konsolidasi internal serta menyusun strategi politik jangka panjang. Penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah disebut menjadi prioritas utama demi meningkatkan daya saing partai di masa mendatang.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menekankan pentingnya soliditas seluruh elemen partai, mulai dari DPW hingga pengurus tingkat ranting. Menurutnya, kekuatan partai tidak cukup hanya bertumpu pada kepengurusan wilayah, tetapi harus dibangun secara menyeluruh sampai ke akar rumput.
Ia menyebut konsolidasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kerja-kerja politik sekaligus membangun kesiapan menghadapi agenda elektoral berikutnya. Seluruh kader diminta aktif turun ke masyarakat melalui berbagai program pendampingan dan penguatan ekonomi warga.
Ferry juga menegaskan bahwa Perindo tetap mempertahankan fokus perjuangan pada sektor ekonomi kerakyatan, terutama pengembangan UMKM dan usaha mikro. Program tersebut dinilai menjadi identitas utama partai dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Menurut mantan Komisioner KPU RI itu, hasil Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi penting bagi Perindo untuk meningkatkan perolehan suara secara lebih signifikan pada pemilu berikutnya. Karena itu, seluruh pengurus daerah diminta mulai menjalankan aktivitas politik dan sosial secara lebih intensif sejak sekarang.
Dari UMKM hingga Nelayan
Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur yang baru dilantik, Ahmad Zazuli, mengaku sangat optimistis mampu meningkatkan perolehan suara partainya. Ia menargetkan Perindo dapat membentuk satu fraksi di tingkat provinsi serta menambah kursi legislatif di berbagai kabupaten dan kota.
Zazuli menilai peluang tersebut terbuka lebar apabila seluruh kader mampu menjalankan kerja politik secara konsisten dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ia menyebut sektor UMKM, pertanian, nelayan, hingga pedagang kecil tetap menjadi fokus pendampingan partai.
Selain itu, Perindo Jatim juga mulai serius membidik kalangan Gen Z dan milenial. Zazuli menilai kelompok usia muda saat ini membutuhkan ruang kreativitas, peluang kerja, hingga akses pendidikan yang lebih luas.
Sebagai langkah konkret, Perindo Jatim menggandeng MNC University untuk menghadirkan program beasiswa pendidikan. Program ini disebut terbuka bagi masyarakat umum dan tidak hanya diperuntukkan bagi kader partai.
Melalui pendekatan tersebut, Perindo berharap dapat membangun citra sebagai partai yang menawarkan solusi nyata, khususnya bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kecil di Jawa Timur.
Pengentasan Kemiskinan
Dalam kegiatan tersebut, mantan Ketua Umum PBNU, Aqil Siradj, turut memberikan pandangannya terkait arah perjuangan politik yang dinilai harus berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Aqil menyatakan dirinya meyakini agenda yang dijalankan Partai Perindo memiliki tujuan untuk membantu mengurangi kemiskinan di masyarakat. Menurutnya, partai politik akan kehilangan makna apabila tidak memiliki kepedulian terhadap persoalan rakyat kecil.
“Percuma berpartai, percuma menjadi anggota DPR kalau tidak peduli dengan kemiskinan. Yang paling penting itu,” ujar Aqil.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan demi kemajuan Indonesia. Menurutnya, perjuangan membangun bangsa dapat dilakukan dari berbagai jalur selama bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Kita ini satu bangsa, satu negara, satu bahasa. Lintas agama, lintas budaya, lintas etnis. Silakan berjuang dari mana saja untuk kemajuan negara,” katanya.
Aqil turut mendorong semangat berlomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat dalam kehidupan berbangsa dan berpolitik. Ia berharap Jawa Timur dapat menjadi teladan sebagai masyarakat yang beriman, bekerja keras, dan sejahtera tanpa pengangguran maupun kemiskinan.

