Angka Kemiskinan Jember Terendah dalam Satu Dekade, MAKI Jatim Apresiasi Kinerja Gus Fawait

JEMBER – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait dalam menurunkan angka kemiskinan menjadi 8 persen pada 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur yang dipublikasikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember pada Senin (19/10/2026), jumlah penduduk miskin di Jember tercatat sebanyak 200.770 jiwa. Angka tersebut berkurang 15.990 jiwa dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 216.760 jiwa.

Penurunan itu membuat tingkat kemiskinan Jember turun dari 8,67 persen pada 2025 menjadi 8 persen pada 2026. Capaian tersebut sekaligus menjadi yang terendah dalam rentang data 2016–2026.

Bahkan, angka kemiskinan Jember kini berada di bawah capaian sebelum pandemi Covid-19. Pada 2019, persentase penduduk miskin di kabupaten tersebut masih mencapai 9,25 persen.

Data historis menunjukkan angka kemiskinan Jember sempat mengalami peningkatan selama pandemi. Pada 2020, tingkat kemiskinan tercatat 10,09 persen, kemudian naik menjadi 10,41 persen pada 2021, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 257.090 jiwa.

Setelah periode tersebut, angka kemiskinan berangsur menurun meski sempat berfluktuasi. Pada 2022, persentasenya turun menjadi 9,39 persen, sebelum naik tipis menjadi 9,51 persen pada 2023.

Tren penurunan kembali terlihat pada 2024 dengan angka 9,01 persen, berlanjut menjadi 8,67 persen pada 2025, hingga mencapai 8 persen pada 2026.

Pemerintah Kabupaten Jember menyebut capaian tersebut sejalan dengan berbagai upaya untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, memperkuat perlindungan sosial, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta memulihkan perekonomian lokal.

Meski demikian, keberhasilan menekan angka kemiskinan perlu diikuti program berkelanjutan yang tepat sasaran. Penguatan daya beli, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan kesejahteraan kelompok rentan tetap menjadi pekerjaan penting agar penurunan angka statistik berbanding lurus dengan perbaikan kondisi hidup masyarakat.

MAKI Jatim: Capaian Gus Fawait Layak Jadi Teladan

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo atau Heru MAKI, menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Jember tersebut. Menurutnya, penurunan angka kemiskinan menjadi 8 persen merupakan perkembangan positif yang patut mendapat perhatian.

Heru menilai keberhasilan tersebut dapat menjadi modal penting bagi Gus Fawait dalam memperkuat kepercayaan publik, terutama apabila capaian itu ditopang program pemberdayaan masyarakat yang manfaatnya dirasakan secara langsung.

“Tentu saja, tangan dingin Bupati Jember, Gus Fawait, dalam mengaktualisasikan program pemberdayaan masyarakat hingga berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 8 persen merupakan modal positif yang didukung fakta dan data,” ujar Heru MAKI.

Ia menambahkan, capaian tersebut berpotensi memperkuat posisi Gus Fawait dalam peta politik Jawa Timur menjelang Pilgub 2030. Namun, menurutnya, keberlanjutan program dan dampak nyata bagi masyarakat tetap menjadi hal penting yang harus dijaga.

Heru juga menilai upaya pengentasan kemiskinan di Jember layak menjadi bahan pembelajaran bagi kepala daerah lain. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan warga.

Sebagai salah satu kabupaten strategis di wilayah timur Jawa Timur, Jember memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Karena itu, berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Heru berharap pendekatan yang dinilai berhasil di Jember dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Jawa Timur, khususnya dalam merancang kebijakan pengentasan kemiskinan yang efektif dan berkelanjutan.

“Harapannya, program-program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan di Jember bisa menjadi referensi bagi daerah lain di Jawa Timur. Yang terpenting, setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkasnya.

Dengan capaian penurunan kemiskinan tersebut, tantangan berikutnya bagi Pemkab Jember adalah menjaga tren positif, memastikan program bantuan dan pemberdayaan tepat sasaran, serta memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan dan sumber penghasilan yang layak.