Surabaya – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur Eddy Supriyanto, mengajak generasi muda untuk ikut berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional Selain itu juga mengingatkan akan bahaya media sosial jika tidak dipergunakan secara bijak.
Pesan tersebut disampaikan Eddy Supriyanto, saat memberikan sambutan di pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa (Sapma)Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur di Hotel Inna Simpang, Surabaya, Sabtu (12/12/2025).
“Saya atas nama pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan ini. Ada ribuan organisasi, LSM di Jatim ini. Banyak yang terjadi dualisme, pecah organisasi jadi tiga sampai lima. Tapi saya senang datang ke sini karena Pemuda Pancasila dan Sapma tetap solid tidak pernah terpecah, ” ujar Eddy mengawali sambutan yang disambut tepuk tangan peserta Muswil.
Di sela sambutannya, Eddy bahaya media sosial dan dinamika politik saat ini. Fenomena aksi anarkis, provokatif, caci maki, ujaran kebencian hingga penyebaran informasi hoaks melalui media sosial menjadi salah satu sumber permasalahan serius yang dapat mengganggu persatuan bangsa.
“Dalam situasi seperti Ini, peran pemuda khususnya mahasiswa menjadi sangat penting bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai penggerak dalam kegiatan sosial mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa serta turut menjaga nilai-nilai demokrasi secara positif, ‘ pesannya.
Untuk itu, Eddy berharap Sapma Pemuda Pancasila Jawa Timur dengan pemikiran yang kritis dan tajam, dapat menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi bangsa dan arah kebijakan agar tetap pada koridornya, menjadi penyeimbang khalayak agar tidak terprovokasi, serta terus menyalakan semangat kebersamaan yang guyub dan rukun.
Selain itu, Eddy juga mengingatkan dalam era perang tarif dan makin memanasnya geopolitik dunia, tantangan Indonesia khususnya Jawa Timur menjadi semakin kompleks, apalagi manufer-manufer politik yang dilakukan Presiden Trump berdampak pada stabilitas ekonomi dan pasar global, termasuk di Jawa Timur yang menjadi salah satu pintu gerbang perdagangan nasional.
Disebutkan, berdasarkan analisis dari Bank Indonesia, optimisme terhadap perekonomian di Jawa Timur ini masih tetap tinggi meskipun dihadapkan pada tantangan global. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diperkirakan tetap berada dalam rentang 4,7% hingga 5,5% pada tahun 2025.
“Jawa Timur ini masih memainkan peran strategis sebagai salah satu pusat industri pengolahan terbesar di indonesia, sehingga pertumbuhan sektor manufaktur diprediksi akan menjadi kontributor utama dalam menjaga momentum ekonomi. Untuk itu, Sapma Pemuda Pancasila harus berani tampil sebagai teladan di tengah masyarakat,” tuturnya.
“Tidak hanya menjadi kebanggaan Pemuda Pancasila, tetapi juga menjadi duta Jawa Timur di kancah nasional bahkan Internasional dengan kontribusi yang nyata. Baik melalui pengabdian masyarakat, penelitian, maupun gagasan kreatif, mahasiswa mampu memberikan sumbangsih dalam memperkuat ketahanan ekonomi, menjaga ketahanan pangan, serta meningkatkan daya saing bangsa,” pungkasnya.