SURABAYA — Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi dengan memastikan ruang praktik di sekolah memenuhi standar dan kebutuhan dunia kerja. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terampil, percaya diri, dan mampu bersaing di tengah dinamika industri.
Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa kualitas fasilitas praktik memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi peserta didik. Pembelajaran di sekolah kejuruan, menurut dia, tidak cukup hanya mengandalkan teori, tetapi harus memberikan pengalaman praktik yang relevan dengan kondisi kerja sesungguhnya.
“Ruang praktik yang berkualitas adalah bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang terampil, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Aries Agung Paewai, Selasa (20/10/2026).
Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau ruang praktik di salah satu satuan pendidikan di Surabaya. Peninjauan itu menjadi bagian dari perhatian Dindik Jatim terhadap kesiapan sarana pembelajaran vokasi agar selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
Ketersediaan ruang praktik yang memadai diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah keterampilan teknis secara langsung. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga terbiasa menggunakan peralatan, menerapkan prosedur kerja, serta membangun kedisiplinan dan ketelitian.
Perkuat Keterampilan Siswa Lewat Praktik
Penguatan sarana praktik menjadi salah satu aspek penting dalam membangun pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Fasilitas yang sesuai standar memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, sekaligus membantu sekolah membiasakan siswa dengan lingkungan kerja profesional.
Aries menekankan, pendidikan vokasi harus mampu menjembatani kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan fasilitas, penguatan kompetensi tenaga pendidik, dan kolaborasi bersama mitra industri.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan pengembangan teaching factory (TeFa), yakni model pembelajaran yang menghadirkan suasana dan proses kerja industri ke lingkungan sekolah. Melalui pendekatan ini, siswa mendapatkan pengalaman praktik yang lebih kontekstual sekaligus belajar menerapkan standar mutu, prosedur operasional, dan budaya kerja profesional.
Dalam pemberitaan pada 6 Oktober 2026 mengenai program servis sepeda motor gratis, Aries menjelaskan bahwa pembelajaran vokasi diperkuat melalui praktik langsung, pendampingan tenaga ahli, kelas industri, praktik kerja industri (prakerin), dan uji kompetensi. Program tersebut melibatkan 350 SMK dalam pelayanan kepada masyarakat dengan target 8.100 sepeda motor.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi sarana bagi siswa untuk menguji sekaligus menunjukkan kemampuan yang telah dipelajari di sekolah. Kompetensi peserta didik pun dapat dikembangkan melalui kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Selaraskan Pendidikan dengan Kebutuhan Dunia Kerja
Kualitas fasilitas praktik perlu didukung dengan pembaruan metode pembelajaran dan kemitraan berkelanjutan dengan industri. Penyelarasan tersebut penting agar keterampilan lulusan tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Dalam pemberitaan 12 Februari 2026 lalu tentang Expo & Expose SMK Hebat Jatim 2026 juga menyoroti upaya Dindik Jatim memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui keterhubungan sekolah dengan pasar dan industri. Kegiatan yang melibatkan 269 SMK negeri dan swasta tersebut menghadirkan pameran karya, business matching, dan job matching sebagai bagian dari penguatan hubungan antara kompetensi siswa dan kebutuhan dunia usaha.
Penguatan fasilitas praktik, pembelajaran berbasis industri, dan kemitraan dengan DUDIKA menjadi rangkaian upaya yang saling melengkapi. Sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan, etos kerja, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi tantangan profesional.
Melalui langkah tersebut, Dindik Jatim berupaya memperkuat peran SMK sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia kompeten dan berdaya saing.
Aries berharap, ruang praktik yang memenuhi standar kebutuhan dunia kerja dapat semakin menunjang proses pembelajaran sekaligus membuka peluang lebih luas bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Dengan pembelajaran yang relevan, fasilitas yang memadai, serta kolaborasi erat antara sekolah dan industri, pendidikan vokasi Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi dan menjawab kebutuhan pembangunan.

