Dies Natalis ke-23 SMKN 1 Kademangan, Aries Paewai Dorong Vokasi Berkarakter dan Inovatif

BLITAR – Memasuki usia ke-23, SMKN 1 Kademangan Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan dunia industri, sekaligus potensi daerah.

Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Dies Natalis ke-23 SMKN 1 Kademangan yang dikemas melalui SKANEKA INNOFEST II 2026. Mengusung semangat inovasi vokasi tanpa henti, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan karya, kreativitas, kompetensi dan inovasi para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan SMKN 1 Kademangan yang selama lebih dari dua dekade terus mengembangkan pendidikan kejuruan.

Dalam pesan yang disampaikan pada momentum Dies Natalis ke-23, Aries berharap SMKN 1 Kademangan dapat menjadi salah satu barometer pendidikan vokasi yang maju dan berkualitas di Jawa Timur.

“Semoga di usia ke-23 ini, SMKN 1 Kademangan menjadi barometer pendidikan vokasi yang maju dan berkualitas. Pendidikan bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga karakter, adab, etika, disiplin, dan semangat berinovasi menuju dunia industri,” demikian pesan Aries.

Menurut dia, pendidikan vokasi tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk peserta didik agar memiliki karakter, kedisiplinan, etika serta kemampuan beradaptasi ketika nantinya memasuki dunia kerja.

Pandangan tersebut sejalan dengan arah pengembangan SMKN 1 Kademangan yang selama ini tidak hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas. Sekolah mengembangkan berbagai aktivitas berbasis produksi, kewirausahaan, teknologi dan kemitraan dengan dunia usaha maupun dunia industri.

SKANEKA INNOFEST II Jadi Panggung Inovasi Siswa

Rangkaian SKANEKA INNOFEST II 2026 menjadi salah satu wadah bagi SMKN 1 Kademangan untuk memperlihatkan wajah pendidikan vokasi yang lebih terbuka.

Sejumlah kegiatan dalam festival tersebut memadukan unsur pendidikan, kreativitas, teknologi, kewirausahaan, seni hingga pengembangan potensi pertanian dan lingkungan.

SKANEKA INNOFEST II tidak hanya menghadirkan kompetisi bagi pelajar, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan berbasis dunia nyata. Rangkaian kegiatan di antaranya mencakup kompetisi olahraga, fotografi, business plan, desain karakter, festival band hingga kontes modifikasi kendaraan.

Konsep tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran vokasi semakin diarahkan agar siswa memiliki pengalaman yang beragam. Mereka tidak hanya belajar mengenai teori sesuai kompetensi keahlian, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berwirausaha dan menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Lebih jauh, momentum Dies Natalis ke-23 juga ditandai dengan pengembangan Eduwisata Agro Tekno Park. Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menggabungkan pertanian, peternakan, teknologi, produksi dan kewirausahaan.

Peluncuran Agro Tekno Park menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-23 dan diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi SMKN 1 Kademangan. Konsepnya mengintegrasikan pembelajaran produksi dengan teknologi dan kewirausahaan sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kondisi nyata di lapangan.

Pengembangan tersebut juga mencakup sejumlah praktik pertanian dan peternakan berbasis teknologi. Di antaranya greenhouse melon hidroponik, sistem irigasi sprinkler untuk bawang merah, budidaya komoditas pertanian, hingga penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada sektor peternakan.

Dari Pertanian, Teknologi hingga Bisnis Digital

SMKN 1 Kademangan memiliki karakter pendidikan vokasi yang cukup beragam. Berdasarkan informasi resmi sekolah, SKANEKA menaungi sejumlah kompetensi keahlian, antara lain Agribisnis Ternak Unggas, Agribisnis Perikanan Air Tawar, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif, Bisnis Daring dan Pemasaran serta Teknik Komputer dan Jaringan.

Keragaman kompetensi tersebut menjadi modal untuk membangun pembelajaran lintas bidang.

Sektor pertanian dan peternakan tidak berdiri sendiri. Pengembangan teknologi informasi dapat mendukung sistem produksi, sementara kompetensi otomotif dapat menopang kebutuhan mesin dan peralatan. Di sisi lain, kemampuan pemasaran dan bisnis digital dapat digunakan untuk mengembangkan serta memasarkan produk yang dihasilkan siswa.

Model seperti ini menjadi semakin relevan ketika sekolah kejuruan dituntut mampu menghasilkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang.

SMKN 1 Kademangan sendiri telah mengembangkan SKANEKA.com, platform yang digunakan untuk memasarkan produk hasil produksi siswa. Produk yang tersedia antara lain olahan ikan, produk peternakan, sayuran, benih tanaman hingga makanan olahan. Sekolah menyebut pengelolaan platform tersebut dilakukan siswa melalui business center dengan pendampingan guru.

Dengan demikian, kegiatan produksi sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran kewirausahaan.

Kemitraan dengan Dunia Industri Diperkuat

Penguatan pendidikan vokasi di SMKN 1 Kademangan juga berjalan melalui kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Salah satu mitra yang terlibat dalam rangkaian Dies Natalis ke-23 adalah PT United Tractors Tbk Cabang Surabaya. Berdasarkan pemberitaan KPK-Sigap dan NewsPatroli, keterlibatan perusahaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara sekolah dan dunia industri.

Kerja sama semacam ini penting karena pendidikan vokasi membutuhkan keterhubungan yang kuat dengan perkembangan dunia kerja. Kurikulum, kompetensi, budaya kerja, teknologi hingga peluang rekrutmen perlu terus diselaraskan agar lulusan memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Hubungan SMKN 1 Kademangan dengan dunia industri sendiri bukan hal baru. Dokumentasi sekolah menunjukkan adanya kegiatan penguatan kemitraan dengan United Tractors, termasuk pembahasan mengenai sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Bahkan, pada 2026, sekolah juga mencatat pengalaman alumninya yang mengikuti pendidikan di UT School. Hal tersebut menunjukkan bahwa jejaring sekolah dengan industri dapat membuka jalur pengembangan kompetensi sekaligus peluang karier bagi lulusan.

Pendidikan Vokasi Tak Sekadar Mencetak Tenaga Kerja

Pesan Aries Agung Paewai pada Dies Natalis ke-23 SMKN 1 Kademangan menjadi relevan dengan perkembangan tersebut.

“Pendidikan vokasi tidak semestinya berhenti pada kemampuan siswa mengoperasikan peralatan atau menguasai keterampilan teknis. Ada aspek karakter yang perlu dibangun bersamaan dengan kompetensi. Karena itu, adab, etika, disiplin, kemampuan bekerja sama dan keberanian berinovasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan,” pesan Aries.

Bagi sekolah, keberhasilan pendidikan vokasi juga dapat dilihat dari kemampuan peserta didik membaca persoalan di sekitarnya dan kemudian mengubahnya menjadi peluang inovasi.

Hal tersebut terlihat dari pengembangan berbagai unit produksi dan pembelajaran berbasis teknologi di SMKN 1 Kademangan. Konsep Agro Tekno Park, misalnya, dikembangkan sebagai ruang belajar yang memungkinkan siswa mengenal proses produksi sekaligus aspek teknologi, pengelolaan dan pemasaran.

Sementara itu, SKANEKA INNOFEST II menjadi ruang untuk mempertemukan sekolah dengan masyarakat, pelajar, komunitas dan dunia industri melalui berbagai kegiatan.

Dengan usia 23 tahun, perjalanan SMKN 1 Kademangan menunjukkan bahwa pendidikan vokasi terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Tantangannya bukan hanya mencetak lulusan yang mampu bekerja, tetapi juga menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan beradaptasi ketika teknologi, kebutuhan industri dan model pekerjaan terus berubah.

Karena itu, momentum Dies Natalis ke-23 tidak berhenti pada seremoni pertambahan usia sekolah. SKANEKA INNOFEST II sekaligus menjadi penanda arah pengembangan pendidikan vokasi yang menggabungkan keterampilan, karakter, inovasi, kewirausahaan dan kemitraan industri.

Harapannya, ekosistem tersebut dapat terus berkembang sehingga siswa SMKN 1 Kademangan memiliki pengalaman belajar yang semakin dekat dengan dunia nyata, sekaligus mampu menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi sekolah, masyarakat dan dunia industri.