IMI Surabaya Ingatkan Latihan Bersama Otomotif Utamakan Keselamatan dan Legalitas
Surabaya – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya menegaskan pentingnya aspek keselamatan dan kepatuhan aturan dalam setiap kegiatan latihan bersama otomotif yang digelar di wilayah Kota Surabaya.
Penegasan ini disampaikan menyusul maraknya kegiatan latihan bersama drag bike, herex, dan cabang otomotif lain yang mulai rutin digelar di sejumlah sirkuit resmi, seperti Sirkuit Kenjeran Park dan Sirkuit Gelora Bung Tomo.
Ketua IMI Kota Surabaya, Samsurin, mengatakan IMI perlu menyampaikan rilis resmi agar para penyelenggara latihan bersama memahami batasan kegiatan tersebut dan tidak menyimpang dari tujuan awal latihan.
“Kami perlu menyampaikan rilis karena sudah mulai banyak kawan-kawan penyelenggara latihan bersama, baik drag bike maupun herex, yang mengadakan kegiatan di sirkuit di Kota Surabaya,” ujar Samsurin, di Surabaya, Kamis (22/1/2026).
Samsurin menegaskan bahwa latihan bersama tidak boleh menyerupai sebuah event kejuaraan dan tidak diperkenankan membuka kelas-kelas lomba.
Menurutnya, latihan harus benar-benar difokuskan untuk mengasah keterampilan berkendara, bukan kompetisi.
“Latihan itu harus benar-benar latihan, tidak menyerupai event kejuaraan dan tidak ada kelas. Semua jenis kendaraan boleh latihan, dengan catatan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Ia menekankan penggunaan perlengkapan keselamatan minimal bagi seluruh peserta.
Standar tersebut meliputi helm, jaket atau kaos tebal berlengan panjang, sarung tangan, celana tebal seperti jeans, serta sepatu di atas mata kaki.
“Prinsipnya ada dasar-dasar standar operasional. Panitia wajib bertanggung jawab atas keselamatan peserta yang mengikuti latihan bersama,” katanya.
IMI Kota Surabaya, lanjut Samsurin, siap memberikan edukasi kepada komunitas dan penyelenggara terkait dasar-dasar balap dan latihan bersama.
Edukasi ini sekaligus menjadi upaya mencegah penggunaan jalan raya sebagai arena balap liar.
“Kami siap satu visi dan satu misi menjaga Surabaya, khususnya agar jalan raya tidak dipakai sebagai arena sirkuit. Itu sangat mengganggu kepentingan bersama, baik pengguna jalan maupun pejalan kaki,” ujarnya.
Samsurin menambahkan, IMI Kota Surabaya terbuka untuk kolaborasi dengan komunitas otomotif dan event organizer profesional. Bahkan, IMI mendapat dukungan dari KONI Kota Surabaya dalam pembinaan olahraga otomotif.
Dalam setiap kegiatan latihan bersama, IMI juga menyarankan adanya dukungan fasilitas medis dan perlindungan asuransi bagi peserta.
“Kami siap membantu dengan koordinasi rumah sakit yang memiliki ambulans dan tenaga medis. Kami juga menyarankan peserta dilindungi asuransi kecelakaan agar risiko yang tidak diinginkan bisa ter-cover sedini mungkin,” jelasnya.
IMI Kota Surabaya menegaskan dukungannya terhadap kegiatan latihan bersama yang digelar di tempat-tempat legal dan tidak dijadikan ajang perjudian atau taruhan.
“Latihan prinsipnya untuk mengasah keterampilan berkendara, bukan ajang berjudi atau taruhan,” tegas Samsurin.
Ia juga mengajak seluruh komunitas otomotif di Surabaya untuk bersama-sama mencegah generasi muda menggunakan jalan raya sebagai arena balap.
“Ayo bareng-bareng kita cegah adik-adik kita agar tidak lagi menggunakan jalan raya sebagai sirkuit,” ajaknya.
Terkait penarikan tiket masuk atau HTM, Samsurin menekankan perlunya transparansi penggunaan dana.
“Kalau menarik HTM, harus jelas kegunaannya, misalnya untuk sewa sirkuit resmi, petugas keamanan, tenaga medis, tenda, timer, dan sarana prasarana latihan lainnya,” ungkapnya.
IMI Kota Surabaya juga menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap penyelenggara yang melanggar aturan.
“Kami akan memberikan imbauan secara tegas. Jika ada EO yang nakal dan tidak mematuhi peraturan nasional olahraga kendaraan bermotor, kami akan menempuh jalur hukum,” pungkas Samsurin.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pendekatan utama IMI adalah kerja sama demi menciptakan iklim otomotif yang sehat dan aman di Kota Surabaya.
“Yang paling penting, kami mengajak kerja sama untuk Surabaya yang lebih baik, terjaga, dan saling menghormati,” tutupnya.