Ketum KNPI Ajak Pemuda Ikut Berperan Aktif Dalam Pemilu 2024 Mendatang

0 190

JAKARTA, Lenzanasional – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dr Ilyas Indra meminta para pemuda untuk mengambil peran penting sebagai pemilik perubahan. Oleh karena itu, kader KNPI baik itu ada di DPP maupun pengurus DPD yang tersebar di seluruh Indonesia agar ikut mengambil peran politik pada Pemilu 2024 mendatang.

“Peran politik ini sebagai pemilik perubahan tidak hanya pada politisi. Akan tetapi dapat mengambil peran dalam penyelenggaraan politik. Kami berharap agar anggota KNPI seluruh Indonesia ikut berperan serta dalam pencalegan maupun ikut serta sebagai penyelenggara Pemilu, baik itu KPU maupun Bawaslu hingga tingkat kecamatan,” ujar Ilyas kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (31/9/2022).

Lebih lanjut, Ilyas mengatakan pemuda harus turun bangkit dan masuk di dalam pemilik perubahan untuk Indonesia bukan hanya sebagai volunteer. Organisasi KNPI harus berperan aktif dalam perpolitikan Indonesia. Generasi muda harus mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin menuju Indonesia emas di tahun 2045 mendatang.

“Indonesia saat ini membutuhkan anak-anak muda, karena sebagai bonus demografi saat ini yang rata-rata generasi Z dan generasi milenial itu di atas seratus lima puluh juta orang. Maka peran politik yang dibangun harus bersinergi dengan bangsa ini,” ungkap Ilyas.

Sebagai Ketum KNPI Ilyas tidak membatasi anggotanya untuk memilih parpol tertentu, namun pihaknya mempersilakan anggota KNPI untuk bergabung di berbagai partai politik yang dinyatakan telah lolos di KPU.

“Jangan semua menjadi pengamat. Saya kira jika ingin merubah bangsa ini maka harus masuk dalam sistem negara. Sementara untuk masuk dalam sistem itu harus masuk dalam politik yang ada di Indonesia,” tegasnya.

Ilyas berpandangan, perkembangan politik di Indonesia saat ini menuju demokrasi yang ideal. Ilyas juga menampik jika sebagian kalangan beranggapan bahwa demokrasi yang berkembang di Indonesia saat ini menuju ke arah liberal.

“Karena demokrasi kita sedang mengalami pembelajaran pasca reformasi. Demokrasi hari ini saya melihat pilihannya adalah bagaimana kita jaga. Kemudian bagaimana cost politik demokrasi itu terlalu tinggi dapat kita tekan. Dan ini tentu harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Ilyas mengatakan, kelebihan demokrasi yang berkembang di Indonesia saat ini adalah semua orang bisa mencalonkan diri yang terlibat dalam politik. Baik itu di eksekutif maupun legislatif.

“Sehingga dengan pemilihan terbuka ini, siapa pun dia ataupun latar belakang dirinya dari mana, tapi bisa masuk dalam perpolitikan. Dan ini sangat memberi ruang untuk anak muda,” tutur dia.

Namun, kata Ilyas, bagaimana ruang demokrasi itu dapat menyadarkan masyarakat untuk memilih calon legislatif bukan hanya berdasarkan money politik. Untuk itu diperlukan adanya pendidikan politik untuk masyarakat.

“Jika kita lihat, sistem demokrasi saat ini sudah bagus. Hanya saja kita perlu membuat pendidikan politik kepada masyarakat yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu agar tidak ada lagi yang namanya money politik. Sehingga keterpilihan wakil rakyat itu berdasarkan kualitas yang dimilikinya bukan karena besaran anggaran yang dikeluarkan untuk menyuap masyarakat,” pungkasnya. (Malik)

 

 

Comments
Loading...

This site is protected by wp-copyrightpro.com