Piala Gadisku Disabilitas Esport Mobile Legend Ajang Inklusif Dorong Kesetaraan

0 0

Surabaya — Turnamen Piala Gadisku Disabilitas Esport Mobile Legend sukses digelar dengan melibatkan 40 peserta penyandang disabilitas yang tergabung dalam komunitas Galeri Disabilitas Jalan Jemur Andayani XVIII No.19, Siwalankerto, Surabaya. Kegiatan ini menjadi ajang inklusif yang mendorong kesetaraan serta partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam dunia olahraga elektronik (esport).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan instansi, di antaranya Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur, serta Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom. Selain itu, perwakilan ESI Surabaya turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event esport yang melibatkan komunitas disabilitas ini.
Arderio pun mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, esport merupakan cabang olahraga yang mampu membuka ruang prestasi tanpa memandang keterbatasan fisik.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Esport harus menjadi olahraga yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua, termasuk penyandang disabilitas, untuk berprestasi,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini.

Ia menambahkan, KONI Surabaya siap mendorong pengembangan esport yang lebih serius dan berkelanjutan bagi atlet disabilitas.

“Kami di KONI Surabaya mendukung penuh kegiatan ini dan berharap ke depan akan lahir atlet-atlet esport disabilitas yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi, baik regional maupun nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen, Veygel Revelino Nelwan, menilai kegiatan tersebut berjalan dengan sangat baik dan mendapat respons luar biasa dari peserta.

“Alhamdulillah, acara hari ini berjalan sukses. Tercatat ada 40 peserta yang dibagi ke dalam delapan tim. Sebenarnya antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan melebihi kuota yang kami sediakan. Namun karena keterbatasan tempat, jumlah peserta harus dibatasi,” ujar Veygel yang juga mewakili Ketua ESI Surabaya, Achmad Nurdjayanto.

Ia menjelaskan, pendaftaran yang dibuka selama tiga hari langsung terpenuhi. Banyak calon peserta lain yang berharap kuota dapat ditambah, namun panitia belum memungkinkan untuk mengakomodasi hal tersebut.

“Ke depan, kami berharap agenda Piala Disabilitas ini bisa terus berlanjut dengan dukungan tempat yang lebih besar, sehingga dapat menjaring lebih banyak partisipasi dari teman-teman disabilitas. Antusiasme mereka terhadap esports, khususnya Mobile Legends, sangat tinggi,” tambahnya.

Dengan dukungan berbagai pihak serta tingginya minat peserta, Piala Gadisku Disabilitas Esport Mobile Legend diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus wadah lahirnya atlet-atlet esport disabilitas berprestasi di Jawa Timur.

Comments
Loading...

This site is protected by wp-copyrightpro.com