Rakernas PB Muaythai 2026 Sahkan Perubahan AD/ART, Sinergi Amatir–Profesional Diperkuat

0 1

JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) 2026 menyepakati perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang didukung 30 provinsi. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara sektor amatir dan profesional guna meningkatkan daya saing atlet Indonesia di level internasional.

Wakil Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia (MI) DKI Jakarta, Bhimmo Chondro Wibowo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian agenda Rakernas, Munas, dan Munaslub berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari peserta.

“Seluruh keputusan terkait perubahan AD/ART telah disepakati oleh 30 provinsi yang hadir. Tidak ada penolakan, semua berjalan dengan baik dan mendukung program PB MI ke depan,” ujar Bhimmo.

Menurutnya, salah satu perubahan paling signifikan adalah dibukanya ruang bagi pengembangan atlet ke level profesional. Sebelumnya, PB MI lebih berfokus pada pembinaan atlet amatir, yang dinilai membatasi jam terbang atlet dalam menghadapi kompetisi internasional.

“Selama ini kita hanya fokus pada amatir, padahal saat tampil di ajang seperti SEA Games, atlet kita menghadapi lawan yang sudah memiliki pengalaman profesional. Ini tentu memengaruhi kualitas pertandingan,” jelasnya.

Melalui kebijakan baru ini, PB MI mulai membangun sinergi antara pembinaan amatir dan profesional. Tujuannya, agar atlet Indonesia memiliki pengalaman bertanding yang lebih luas dan mampu bersaing dalam perebutan medali di level internasional.

“Ini jadi angin segar bagi pembinaan atlet di Indonesia. Karena setelah tak lagi bisa tampil di amatir mereka masih bisa berkarier di level profesional,” tutur Bhimmo, yang juga berprofesi sebagai wasit kickboxing tersebut.

Selain peningkatan kualitas atlet, ke depan ia berharap perubahan ini juga berdampak pada penguatan kapasitas perangkat pertandingan, seperti wasit dan juri. Bhimmo menegaskan bahwa ke depan akan ada sistem pelatihan dan sertifikasi khusus bagi wasit dan juri profesional.

“Sehingga wasit dan juri tidak hanya cukup memiliki lisensi amatir, tetapi juga harus mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesional. Ini penting untuk meningkatkan kualitas pertandingan,” katanya.

Ia menambahkan, wasit dan juri profesional nantinya dapat bertugas di level amatir maupun profesional. Namun sebaliknya, wasit amatir tidak otomatis bisa naik ke level profesional tanpa melalui proses pelatihan dan sertifikasi tambahan.

Bhimmo berharap, sinergi antara sektor amatir dan profesional ini mampu membawa Muaythai Indonesia semakin berkembang dan kompetitif di tingkat global.

“Harapannya, Muaythai Indonesia bisa semakin maju dan mampu bersaing di kancah internasional dengan prestasi yang lebih baik,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pengprov MI Jawa Timur, Baso Juherman, mengatakan, perubahan dan harapan ini akan menjadi titik pijakan kita untuk lebih maju dan berkembang.

“Saya yakin, ini baik untuk semua karena ada tujuan-tujuan positif yang dihasilkan dari perubahan tersebut. Terutama pembinaan akan lebih merata, ke depannya persaingan antar daerah akan lebih ketat,” jelas Baso.

Comments
Loading...

This site is protected by wp-copyrightpro.com