Dindik Jatim dan Bawaslu Jatim Perkuat Literasi Demokrasi di Sekolah
Surabaya — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Bawaslu Jawa Timur memperkuat sinergi dalam upaya menanamkan literasi demokrasi di lingkungan sekolah. Kolaborasi ini dibahas dalam audiensi yang menekankan pentingnya pendidikan demokrasi sejak dini bagi peserta didik di jenjang SMA dan SMK.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter pelajar sebagai warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Melalui kerja sama ini, sekolah diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang efektif untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi, partisipasi publik, dan pengawasan partisipatif.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan literasi demokrasi sejalan dengan upaya Dinas Pendidikan Jatim dalam membentuk generasi muda yang memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.

“Dinas Pendidikan siap bersinergi dengan Bawaslu untuk memperkuat pemahaman demokrasi di kalangan pelajar. Sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang memiliki kesadaran berdemokrasi dan karakter kebangsaan yang kuat,” kata Aries Agung Paewai.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga semacam ini penting agar pendidikan demokrasi tidak berhenti pada tataran teori, melainkan hadir dalam praktik pembelajaran dan aktivitas siswa sehari-hari.

Bawaslu Jawa Timur sendiri selama ini terus mendorong penguatan literasi demokrasi melalui berbagai program edukasi dan pengawasan partisipatif di daerah.
Sinergi dengan Dinas Pendidikan Jatim diharapkan dapat memperluas jangkauan program tersebut, sekaligus membangun kesadaran demokrasi di kalangan pelajar sejak dini.
