Kadindik Jatim Sidak SMAN 7 Malang, Apresiasi Program SiKAP dan Tekankan Budaya Bersih Sekolah

Pendidikan23 Dilihat

Malang – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 7 Malang pada Rabu (6/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Aries tidak hanya menyoroti pentingnya budaya bersih di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap program ketahanan pangan sekolah melalui pemanfaatan lahan terbatas.

Saat meninjau lingkungan sekolah, Aries masih menemukan beberapa titik yang terdapat sampah berserakan. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan pendidikan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar.

Menurutnya, budaya bersih tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari seluruh warga sekolah. Ia meminta siswa dan guru membiasakan membersihkan area kelas maupun lingkungan sekolah sebelum meninggalkan lokasi belajar.

“Kebersihan sekolah mencerminkan budaya disiplin dan tanggung jawab bersama. Kalau lingkungan bersih, proses belajar juga akan lebih nyaman dan kondusif,” ujar Aries saat melakukan sidak.

Dalam kesempatan itu, Aries juga memberikan contoh langsung dengan memungut sampah dan membuangnya ke tempat sampah. Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus keteladanan bagi siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Selain meninjau kebersihan sekolah, Aries turut mengunjungi area pertanian sekolah yang menjadi bagian dari program SiKAP. Program tersebut memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan sekolah untuk ditanami berbagai komoditas sayur dan tanaman produktif.

Di area tersebut, Aries terlihat memanen beberapa hasil pertanian seperti terong dan tomat bersama guru serta siswa. Ia mengaku terkesan dengan upaya sekolah dalam mengembangkan lahan sempit menjadi laboratorium hidup yang memberikan nilai edukasi bagi peserta didik.

“Dengan lahan terbatas seperti ini, sekolah mampu memaksimalkan program SiKAP. Saya melihat sendiri tanaman dirawat dengan baik oleh murid dan guru. Ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.

Menurut Aries, program pertanian sekolah tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar mengenai lingkungan, kemandirian, kerja sama, hingga tanggung jawab dalam merawat tanaman.
Ia menilai program seperti SiKAP dapat menjadi contoh positif bagi sekolah lain di Jawa Timur. Selain menciptakan lingkungan hijau dan asri, kegiatan tersebut juga mampu membangun karakter siswa melalui praktik langsung di lapangan.

Aries menambahkan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan budaya positif. Karena itu, sekolah diharapkan mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun karakter peduli lingkungan dan menanamkan semangat gotong royong kepada siswa,” tambahnya.

Dalam sidak tersebut, Aries juga berdialog dengan guru dan tenaga kependidikan terkait upaya menjaga kebersihan sekolah serta pengembangan program berbasis lingkungan. Ia berharap seluruh warga sekolah memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga fasilitas pendidikan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Sidak di SMAN 7 Malang ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam mendorong terciptanya sekolah berkarakter, sehat, dan ramah lingkungan. Pemerintah provinsi juga terus mendorong sekolah-sekolah menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter peserta didik.

Dengan adanya budaya bersih dan program pemanfaatan lahan produktif seperti SiKAP, diharapkan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan generasi yang disiplin, peduli lingkungan, dan memiliki keterampilan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *