Kadindik Jatim Pimpin Penutupan Pendidikan Taruna SMAN 5 Brawijaya Kediri, Tekankan Lanjutkan Studi dan Jaga Almamater
Kediri – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memimpin langsung upacara penutupan pendidikan Taruna-Taruni Angkatan V SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur di Kediri, Minggu (26/4/2026). Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru, menandai berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal langkah baru para lulusan.
Upacara penutupan ini menjadi momen penting bagi para taruna dan taruni yang telah menempuh pendidikan dengan disiplin dan pembinaan karakter khas sekolah taruna. Salah satu simbol yang mencuri perhatian adalah pelepasan burung merpati, yang dimaknai sebagai awal kebebasan melangkah, harapan, serta cita-cita yang akan diraih para lulusan di masa depan.

Dalam amanatnya, Aries Agung Paewai menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Timur sekaligus menegaskan pentingnya menjaga nama baik almamater dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Selamat dan sukses anak-anakku. Kalian adalah kebanggaan keluarga. Saya sampaikan pesan dari Ibu Gubernur Khofifah, jaga selalu nama baik almamater sekolah, lanjutkan pendidikan kalian, dan kembalilah pulang dengan sambutan bangga orang tua,” ujar Aries.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan tidak berhenti pada kelulusan, melainkan menjadi fondasi untuk membangun masa depan yang lebih luas. Menurutnya, para lulusan harus terus mengembangkan diri, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Apresiasi Taruna dan Taruni Berprestasi
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian siswa, Kadindik Jatim turut menyerahkan piagam penghargaan kepada taruna dan taruni berprestasi. Rimbang Zaky Musyaffa dinobatkan sebagai Eka Makayasa Brawijaya, sementara Naufal Mandana Rayyan Pradipta meraih predikat Unggul Akademik. Untuk kategori sikap perilaku, penghargaan diberikan kepada Ardhan Hafiiz Amanullah Efendi, serta kategori unggul jasmani diraih Nobertuz Wijaya Debataraja dan Glanies Dwi Valentine sebagai perwakilan putra dan putri.
Tak hanya itu, penghargaan dari Gubernur Jawa Timur juga diberikan kepada anggota Persimentar SMA Negeri Taruna Jawa Timur Masa Bakti 2025/2026 atas dedikasi dan kepemimpinan mereka dalam organisasi.

Aries menilai, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan sinergi antara sekolah, tenaga pendidik, dan pemerintah dalam mencetak generasi unggul. Ia menyebut, pendidikan taruna tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan.

“Momentum ini menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung lahirnya generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam karakter dan kepemimpinan,” tegasnya.
Penutupan pendidikan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi para lulusan untuk terus melangkah lebih jauh, menjaga integritas, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan di Jawa Timur.
