Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Ganti Sepatu Siswa, Wujud Nyata Kepedulian Pendidikan Inklusif
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap peserta didik saat mengunjungi SMKN 10 Surabaya, Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia mendapati sepasang sepatu milik siswa yang sudah tidak layak pakai. Tanpa ragu, ia langsung mengganti sepatu tersebut dengan yang baru agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman.
Peristiwa ini terjadi saat meninjau aktivitas siswa, Aries melihat sejumlah sepatu yang diletakkan di rak luar kelas. Dari pengamatannya, terdapat sepatu yang kondisinya robek dan solnya terlepas, sehingga tidak lagi mendukung kenyamanan siswa dalam beraktivitas.
Melihat kondisi tersebut, Aries segera mengambil langkah cepat dengan mengganti sepatu tersebut menggunakan sepatu baru yang telah disiapkannya. Tindakan spontan ini menjadi bentuk perhatian langsung terhadap kebutuhan dasar siswa, yang kerap luput dari perhatian dalam kebijakan pendidikan berskala besar.
“Sepatu robek dan tidak layak pakai, tapi tidak menyurutkan semangat siswa untuk meraih cita-cita,” ujar Aries. Ia menambahkan, “Saya izin mengganti sepatu ini agar lebih nyaman digunakan untuk belajar.”

Menurutnya, kelayakan perlengkapan sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap rasa percaya diri dan semangat belajar siswa. Karena itu, ia kerap membawa beberapa pasang sepatu di kendaraannya sebagai bentuk kesiapsiagaan membantu siswa yang membutuhkan.
“Dengan perlengkapan yang lebih baik, diharapkan siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih semangat dan optimal,” katanya.
Aksi sederhana tersebut mencerminkan pendekatan humanis dalam dunia pendidikan. Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar atau kebijakan formal, melainkan juga melalui tindakan langsung yang menyentuh kebutuhan riil peserta didik.

Langkah yang dilakukan Kadindik Jatim ini juga sejalan dengan upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan siswa. Dukungan terhadap kebutuhan dasar seperti perlengkapan sekolah dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus membangun rasa percaya diri.
Selain itu, Aries menegaskan bahwa perhatian terhadap siswa merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Ia berharap, tindakan kecil seperti ini dapat menginspirasi pihak lain untuk lebih peka terhadap kondisi siswa di lingkungan masing-masing.
Dengan pendekatan yang lebih personal dan empatik, pendidikan di Jawa Timur diharapkan terus berkembang menjadi lebih humanis, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di masa depan.
