Piala Wali Kota Surabaya Bukti Pemkot Dukung Penuh Pembinaan Atlet Muaythai Menuju Porprov 2027
Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan ajang Piala Wali Kota Surabaya sebagai momentum strategis untuk memunculkan bibit-bibit atlet Muaythai yang diproyeksikan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang guna mencetak atlet potensial.
“Ajang ini menjadi ruang penting untuk melihat dan memetakan potensi atlet sejak dini. Kami berharap dari sini muncul atlet-atlet baru yang siap bersaing dan menjadi tulang punggung Surabaya di Porprov 2027,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.
Menurutnya, dukungan penuh Pemerintah Kota Surabaya terhadap hampir 50 cabang olahraga menjadi bukti keseriusan dalam membangun ekosistem olahraga yang kompetitif. Muaythai, sebagai cabang yang memadukan unsur seni dan bela diri, dinilai memiliki peluang besar dalam mendulang prestasi.
Herry juga menekankan target ambisius Kota Surabaya pada Porprov 2027, yakni meraih 250 medali emas. Untuk mencapai target tersebut, proses penjaringan atlet melalui kompetisi seperti ini menjadi kunci utama.
“Kami optimistis, melalui kejuaraan berjenjang seperti ini, akan lahir atlet-atlet potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus level nasional hingga internasional,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Pengcab Muaythai Surabaya sekaligus Ketua Panitia, Hendry Lianto, menyebut ajang Piala Wali Kota yang dirangkai dengan Liga Jatim Seri II juga dimanfaatkan untuk menjaring atlet baru.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat potensi atlet-atlet baru sekaligus bagian dari seleksi menuju Porprov. Memang belum maksimal karena beberapa atlet terkendala ujian dan cedera,” ungkapnya.
Ia menyebut jumlah peserta mencapai sekitar 150 atlet dari lebih dari 10 kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan kontribusi atlet Surabaya sekitar 40 hingga 50 peserta.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Surabaya, Lilies Handayani, menegaskan bahwa Muaythai merupakan salah satu cabang unggulan setelah berhasil meraih juara umum pada Porprov sebelumnya.
“Melalui kompetisi ini, kami bisa melihat performa atlet secara objektif sebagai bahan evaluasi untuk Puslatcab yang sudah berjalan sejak April, dengan evaluasi rutin setiap tiga bulan,” katanya.
Dengan sistem kompetisi berkelanjutan dan seleksi berjenjang, Pemerintah Kota Surabaya optimistis Piala Wali Kota dan Liga Muaythai Jatim mampu menjadi fondasi kuat dalam melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersinar pada Porprov 2027.
Liga Muaythai Jatim Jadi Tahapan Seleksi Berjenjang
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Muaythai Jawa Timur, Baso Juherman, menjelaskan bahwa Liga Muaythai Jatim Seri II yang digelar bersamaan dengan Piala Wali Kota Surabaya ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang akan digelar di Subang pada Agustus mendatang.
“Para peraih medali emas dari liga ini akan kami siapkan untuk tampil di Kejurnas. Ini merupakan tahapan seleksi yang mencakup berbagai kelompok umur, mulai dari junior hingga elite,” jelasnya.
Ia menambahkan, kompetisi liga dirancang berlangsung empat kali dalam setahun guna menjaga kontinuitas pembinaan dan meningkatkan jam tanding atlet.
“Harapan kami, dari liga yang berjalan saat ini bisa melahirkan atlet-atlet terbaik yang siap diberangkatkan ke Kejurnas di Subang,” ujarnya.
