Kadindik Jatim Tinjau Program SIKAP di SMAN 12 Surabaya, Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan Sekolah

Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, meninjau langsung pelaksanaan Program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) di SMAN 12 Surabaya. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam memperkuat budaya produktif, kemandirian, serta inovasi peserta didik melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Aries Agung Paewai melihat berbagai praktik pembelajaran berbasis ketahanan pangan yang dikembangkan sekolah. Program SIKAP tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang menumbuhkan jiwa mandiri, kreatif, dan berwirausaha bagi para siswa.

Menurut Aries, Program SIKAP merupakan salah satu inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, peserta didik diajak memahami pentingnya ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, serta pemanfaatan lahan produktif sebagai media belajar.

“Program SIKAP menjadi wadah pembelajaran berbasis praktik yang sangat baik. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung bagaimana mengelola sumber daya, berinovasi, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Aries Agung Paewai.

Ia menambahkan bahwa pendidikan saat ini harus mampu membentuk generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan problem solving. Oleh karena itu, program-program yang mengintegrasikan aspek akademik dengan keterampilan hidup dinilai sangat penting untuk terus dikembangkan.

“Ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Melalui Program SIKAP, siswa belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian. Ini adalah bekal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan,” tambahnya.

Program SIKAP di SMAN 12 Surabaya menghadirkan berbagai kegiatan produktif yang melibatkan siswa secara langsung. Selain menjadi sarana edukasi, program ini juga membuka ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala sekolah bersama para guru turut mendampingi siswa dalam mengelola berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Melalui pendampingan tersebut, siswa didorong untuk memahami proses perencanaan, pengelolaan, hingga pemanfaatan hasil produksi secara berkelanjutan.

Aries mengapresiasi komitmen SMAN 12 Surabaya dalam menghadirkan lingkungan belajar yang inovatif dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Ia berharap praktik baik yang dijalankan sekolah dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Jawa Timur.

“Sekolah harus menjadi pusat lahirnya inovasi. Program seperti SIKAP menunjukkan bahwa pendidikan dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi peserta didik tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Kami berharap semakin banyak sekolah yang mengembangkan program serupa,” pungkas Aries.

Melalui Program SIKAP, Dinas Pendidikan Jawa Timur terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap ketahanan pangan sekaligus siap menghadapi berbagai tantangan global di masa mendatang.