KONI Jawa Timur Siapkan Pembentukan Koperasi untuk Kesejahteraan Atlet dan Insan Olahraga
Surabaya – KONI Jawa Timur berencana membentuk koperasi serba usaha sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi atlet dan insan olahraga di Jawa Timur.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, M. Nabil, mengatakan koperasi tersebut akan dibentuk dengan asas manfaat yang menyasar pengurus, pimpinan cabang olahraga (cabor), atlet, hingga jajaran KONI kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur.
“Kami ingin menghadirkan peran nyata KONI bagi atlet dan insan olahraga, agar mereka memiliki kemudahan dalam menunjang aktivitas serta kehidupan ekonominya,” ujar Nabil.
Menurutnya, koperasi ini akan diarahkan menjadi koperasi serba usaha yang tidak hanya fokus pada simpan pinjam, tetapi juga pengembangan berbagai sektor ekonomi. Atlet-atlet yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan (athletepreneur) akan dilibatkan sebagai motor penggerak unit-unit usaha koperasi.
“Teman-teman atlet yang sudah dilatih sebagai entrepreneur akan kami fungsikan sebagai leading sector di kegiatan usaha koperasi. Ini kegiatan nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam proses pembentukan koperasi tersebut, KONI Jawa Timur mendapatkan dukungan penuh dari Pusat Koperasi Usaha Daerah Jawa Timur. Nabil secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Direktur Puskud Jatim, Aida Fitri, yang mengarahkan dan mendampingi pembentukan koperasi di lingkungan KONI Jawa Timur.
Sementara itu, Aida Fitri menegaskan pihaknya akan melakukan pendampingan penuh, mulai dari proses perizinan hingga penentuan bidang usaha koperasi.
“Puskud Jatim akan memback up sepenuhnya berdirinya koperasi KONI skala Provinsi Jawa Timur, termasuk perizinan dan pengembangan unit usahanya,” kata Aida.
Ia menjelaskan, koperasi ini nantinya membuka berbagai lini usaha seperti simpan pinjam, jasa keuangan, perdagangan sembako, beras, minyak goreng, hingga sektor usaha lain yang dapat dikelola secara kolaboratif.
Koperasi juga dirancang untuk memberdayakan atlet purna agar tetap produktif sebagai pelaku usaha dengan skema koperasi.
“Kami ingin membuka ruang besar pemberdayaan ekonomi, sehingga atlet-atlet purna bisa menjadi entrepreneur dan mandiri secara ekonomi,” tambahnya.
Terkait nama koperasi, Aida menyebut saat ini masih dalam tahap perumusan untuk menyesuaikan ketentuan perizinan. Beberapa opsi nama sedang disiapkan agar tidak terjadi kesamaan dengan koperasi lain yang sudah terdaftar.
Dengan rencana ini, KONI Jawa Timur berharap koperasi dapat menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung bagi seluruh ekosistem olahraga di Jawa Timur.