Pemprov Jatim Kucurkan Bonus Rp1,8 Miliar untuk Atlet Disabilitas Berprestasi
SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi berupa bonus senilai total Rp1,845 miliar kepada atlet disabilitas berprestasi yang berlaga di ajang internasional, termasuk ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, capaian para atlet merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan ketelatenan, kedisiplinan, serta pendampingan berkelanjutan.
“Prestasi ini lahir dari ketelatenan, ketekunan, dan pendampingan di berbagai event nasional maupun internasional. Saya yakin atlet disabilitas Jawa Timur akan terus mencetak prestasi terbaik,” ujar Khofifah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan fisik dan mental dalam menghadapi kompetisi yang semakin dinamis, termasuk agenda internasional berikutnya di tingkat Asia.
“Ada sisi pelatihan fisik dan ada penguatan mental. Keduanya sangat dibutuhkan karena tantangan setiap kompetisi berbeda,” tegasnya.
Khofifah turut mendorong penguatan sistem pembinaan, termasuk rencana pengembangan pusat pelatihan terintegrasi berbasis sport science yang melibatkan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Hadi Wawan, menjelaskan bahwa Indonesia berhasil meraih peringkat kedua pada ASEAN Para Games 2025 dengan torehan 135 emas, 144 perak, dan 114 perunggu.
Dari capaian tersebut, atlet Jawa Timur menyumbangkan 10 medali emas, 19 perak, dan 4 perunggu.
“Bonus diberikan kepada 15 atlet dan dua pelatih. Total keseluruhan mencapai Rp1,845 miliar dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima,” jelas Hadi.
Ia merinci, bonus individu untuk peraih emas mencapai Rp73.125.000, perak Rp43.625.000, dan perunggu Rp24.125.000 (nilai bersih setelah pajak ditanggung pemerintah).
Tiga atlet terbaik Jawa Timur juga mendapat apresiasi khusus, yakni Mutiara Cantika Hartanto (para renang) dengan total bonus Rp258.375.000, Ubaidillah Amsyar Juba Ramadani sebesar Rp229.125.000, dan Ken Suwagumilang sebesar Rp160.975.000.
Ketua NPCI Jawa Timur, Imam Kuncoro, menyebut prestasi tersebut merupakan hasil dari sistem pembinaan jangka panjang yang konsisten dan terukur.
“Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang, berjenjang, dan penuh kesabaran. Ini adalah hasil investasi pembinaan atlet disabilitas,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjaring sekitar 350 calon atlet muda disabilitas dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai bagian dari regenerasi.
Di sisi lain, atlet para renang Jawa Timur, Mutiara Cantika Hartanto, mengaku pencapaiannya merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak mudah.
“Setiap detik latihan adalah perjuangan melampaui batas fisik dan mental. Kami membawa nama besar Jawa Timur dan Indonesia,” katanya.
Menurutnya, dukungan penuh dari pemerintah membuat para atlet bisa fokus mengejar prestasi.
“Perhatian ini membuat kami tidak berjuang sendirian. Ini menjadi motivasi untuk terus mengharumkan nama Jawa Timur di kancah dunia,” tuturnya.
Pemprov Jatim berharap apresiasi ini mampu memacu semangat atlet disabilitas untuk terus berprestasi, sekaligus memperkuat komitmen terhadap pembangunan olahraga inklusif dan berkeadilan.
