Lenza Nasional | Lenza Nasional | Profesional Membidik Fakta

Profesional Membidik Fakta

Penertiban Ricuh, PKL Gembong Usir Mundur Satpol PP Kota Surabaya

0297

Surabaya, Lenzanasional.com – Penertiban PKL Jalan Kapasari Oleh Satpol PP Mendapat Perlawanan Karena Sifatnya Sangat Arogan

Surabaya – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, mendapat perlawanan dari Pedagang kaki lima (PKL) di jalan Kapasari (Gembong), kecamatan Genteng, kota Surabaya, Jawa Timur, hal ini dipicu dengan kegiatan Penertiban Pedagang Kaki Lima yang dinilai arogan, senin (12/11/18).

Warga dan PKL melakukan perlawanan karena dagangannya disita dengan paksa oleh Satpol PP

“Tadi warga dan pedagang sempat marah karena yang ditertibkan bukan hanya pedagang kaki lima saja yang berada di Jalan Kapasari, tapi pemilik toko dan para pedagang yang ada di dalam gang juga ikut ditertibkan,” kata salah seorang pedagang ponsel bekas di Gembong, Mat Hasan.

Kericuhan PKL yang menolak ditertibkan, karena penertiban yang dilakukan puluhan petugas Satpol PP dinilai tidak manusiawi dan sangat arogan, sehingga para pedagang meletakkan karung berisi pasir di tengah jalan dengan maksud memblokade jalan Kapasari sehingga hanya satu ruas jalan yang bisa dilewati, dan kemacetanpun terjadi, bahkan pot bunga di lemparkan ke jalan karena emosi dari PKL dan warga. Satu unit truk milik Satpol PP tertahan di lokasi karena ban depan di kempesi warga, ungkapnya.

Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat melakukan evakuasi kendaraan truk satpol pp tersebut.

“Kami sudah mengevakuasi kendaraan truk itu,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajad.

Sedangkan salah satu pedagang yang berhasil di konfirmasi oleh awak media menuturkan, “saya merasa harga diri di injak-injak mas, peraturan sudah saya jalankan untuk tidak memakai bahu jalan, saya yang nyewa standst ini mas, kenapa Satpol PP langsung merampas kursi dan merampas tabung gas milik saya. Satpol PP juga merampas dagangan mobil-mobilan dari dalam toko, sampai suami saya di keroyok oleh Satpol PP, keterlaluan banget mas, tidak berperikemanusian sekali”, ungkap istri Halel.

Salah seorang kerabat dekat Halel yang dikeryok oleh oknum Satpol PP tidak menerima perlakuan tersebut.

“ini tidak bisa di biarkan mas, kita tetep akan melaporkan terkait kekerasan yang telah dilakukan terhadap saudara Halel oleh pihak Satpol PP, tadi kita sudah ke polsek Genteng untuk melaporkan dan minta bukti visum bekas pemukulan pihak Satpol PP terhadap pak Halel, tapi kata pihak SPK belum bisa memberikan bukti visum karena pak Kapolsek sedang berada di TKP, nanti kita akan kembali lagi kok mas sampai kita dapatkan bukti visumnya dari Polsek Genteng”, tutur Dirman kerabat Halel.

Puluhan petugas Satpol PP mundur karena pedagang melawan. Pedagang juga meminta barang-barang yang sudah diamankan oleh petugas dikembalikan lagi.

Saat ini, polisi masih melakukan mediasi dengan para pedagang.

Kapolsek Genteng Kompol Ari Trestiawan mengatakan arus lalu lintas di Jalan Kapasari sudah bisa difungsikan kembali. Meski sebelumnya warga melakukan blokade di jalan tersebut.

“Arus lalu lintas kembali normal dan sudah bisa digunakan oleh penguna jalan,” kata Ari.

Ratusan karung berisi pasir yang sempat dijadikan alat memblokade oleh PKL, dipindah oleh Polisi dan satgas Pematusan PU Bina Marga. (awr/tim)

Comments
Loading...

Network LNM Media Center


This site is protected by wp-copyrightpro.com