Eri Cahyadi Pastikan Kesiapan Porprov 2027, Mulai Venue hingga Pengamanan Maksimal

0 0

Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mulai mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang direncanakan digelar pada Juni–Juli. Salah satu fokus utama adalah kesiapan venue serta penguatan koordinasi dengan seluruh cabang olahraga (cabor).

Eri menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya mengandalkan fasilitas milik sendiri, melainkan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Kami mengundang seluruh cabor untuk memastikan kesiapan venue. Karena tidak semuanya milik Pemkot, ada yang dari Unesa, Ciputra, dan lainnya. Jadi kami berkolaborasi,” ujar Eri, Selasa, 28 April 2026.

Ia meminta para ketua cabor turun langsung meninjau kondisi lapangan dan memberikan masukan terkait kekurangan fasilitas. Menurutnya, penyempurnaan venue tidak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah.

“Kami butuh masukan dari cabor untuk melihat kekurangan di lapangan, supaya semua venue benar-benar siap,” katanya.

Selain venue, Pemkot juga menaruh perhatian pada pengaturan alur mobilitas atlet dan jadwal pertandingan. Eri menilai, sistem yang tertata akan menjadi tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan Porprov di Surabaya.

“Alur menuju venue dan pengaturan jadwal harus jelas. Ini penting agar pelaksanaan bisa menjadi contoh ke depan,” jelasnya.

Tak kalah penting, Eri menegaskan komitmennya menjaga sportivitas selama ajang berlangsung. Ia menolak adanya insiden kericuhan seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.

“Saya tidak ingin ada tawuran saat Porprov di Surabaya. Ini ajang sportivitas, bagaimana kita memberi contoh kepada generasi muda untuk menjunjung tinggi fair play,” tegasnya.

Untuk itu, pengamanan akan diperketat, termasuk melibatkan masyarakat dan penonton agar tetap menjaga ketertiban selama pertandingan.

Dari sisi kesiapan, Eri menyebut sebagian besar venue sudah tersedia, meski masih membutuhkan perbaikan dan rehabilitasi ringan. Namun, beberapa cabor yang tidak sesuai dengan kondisi geografis Surabaya, seperti paralayang, kemungkinan tidak akan dipertandingkan.

“Mayoritas venue sudah ada, tinggal perbaikan. Untuk cabor seperti paralayang, kondisi alam di Surabaya tidak mendukung, jadi kemungkinan ditiadakan,” ungkapnya.

Dalam aspek keselamatan atlet, Pemkot Surabaya juga menyiapkan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan serta rumah sakit di seluruh kota. Hal ini untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi cedera saat pertandingan.

“Nanti semua rumah sakit akan terkoneksi. Jika terjadi sesuatu saat pertandingan, bisa langsung tertangani tanpa memikirkan biaya,” jelas Eri.

Sementara itu, untuk prestasi olahraga, Surabaya tetap mengandalkan sejumlah cabor unggulan seperti aquatik, judo, dan golf. Meski demikian, Eri menekankan seluruh cabor tetap memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi.

“Tidak hanya satu dua cabor, tapi semua harus bekerja sama karena target kita besar,” katanya.

Evaluasi atlet juga terus dilakukan melalui ajang Piala Wali Kota yang menjadi bagian dari pembinaan. Hingga kini, sebanyak 36 cabor telah mengikuti tahapan tersebut, sementara sisanya akan menyusul pada pertengahan tahun.

“Semua atlet dan cabor terus dimonitor untuk memastikan kesiapan menuju Porprov 2027,” pungkasnya.

Comments
Loading...

This site is protected by wp-copyrightpro.com