SURABAYA – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jatim menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat, mulai dari 1.000 kacamata gratis untuk guru hingga bantuan tunai bagi warga kurang mampu.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Islamic Center Surabaya, Minggu (11/10/2026), tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama jajaran terkait dan para penerima manfaat.
Program bantuan tersebut menyasar sejumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa peringatan hari jadi provinsi tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga kesempatan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian ialah penyaluran 1.000 kacamata gratis bagi guru Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata para pendidik yang memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan anak sejak usia dini. Sebelum menerima kacamata, para guru menjalani pemeriksaan mata untuk memastikan ukuran lensa sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sinergi BAZNAS Jatim bersama berbagai pihak dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Menurut saya sangat komprehensif. Pendekatannya ini betul-betul Human Development Index approach,” ujar Khofifah, sebagaimana diberitakan ANTARA Jawa Timur.
Menurut Khofifah, pendekatan pembangunan manusia perlu dilakukan secara menyeluruh. Dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Perhatian terhadap guru TK, RA, PAUD, dan TPQ menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Kesehatan dan kenyamanan pendidik dinilai turut menunjang kelancaran proses pembelajaran, terutama ketika mereka mendampingi anak-anak pada fase awal pertumbuhan.
Selain bantuan kacamata, BAZNAS Jatim juga menyalurkan bantuan tunai kepada warga lanjut usia dari keluarga kurang mampu serta bantuan bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban penerima sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Program sosial ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih tepat sasaran.
Di bidang pendidikan, dukungan turut diberikan melalui program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program ini diharapkan membuka kesempatan bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memperoleh akses pendidikan tinggi.
Kehadiran program beasiswa menjadi penting karena pendidikan merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperluas kesempatan generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari rangkaian program BAZNAS Jatim. Bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk penyediaan sarana usaha, diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan kegiatan ekonomi secara mandiri.
Khofifah menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai elemen dalam memperluas jangkauan program sosial. Sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk menjawab beragam kebutuhan warga.
“Betapa sinergi BAZNAS dengan berbagai elemen ini sangat penting, dan kami tentu menyampaikan terima kasih, karena ini bersama-sama didedikasikan dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur,” kata Khofifah.
Dalam konteks pendidikan, kehadiran Kadindik Jatim Aries Agung Paewai dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perhatian kepada para pendidik, termasuk guru di tingkat pendidikan anak usia dini dan pendidikan keagamaan, sejalan dengan pentingnya membangun fondasi pendidikan yang kuat.
Peringatan HUT ke-81 Jawa Timur mengusung semangat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui berbagai bantuan tersebut, Pemprov Jatim bersama BAZNAS Jatim berupaya memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan. Semangat kolaborasi diharapkan terus berlanjut agar program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur.

