Khofifah Tinjau Servis Motor Gratis di SMK Islam Krembung, Dorong Pendidikan Vokasi Berdampak

SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau pelaksanaan program servis sepeda motor gratis di SMK Islam Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang diperingati pada 12 Oktober 2026.

Program servis motor gratis tersebut melibatkan ratusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) mendapat kesempatan menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan melayani langsung kendaraan milik masyarakat.

“ Hari Jadi ke-81 Jawa Timur harus menjadi momentum untuk terus menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Melalui pendidikan vokasi, kita ingin memastikan kompetensi anak-anak kita tidak hanya menjadi bekal untuk masa depan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki potensi besar untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi yang dimiliki lulusan SMK. Karena itu, proses pembelajaran perlu memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan melalui praktik langsung.

Khofifah menilai, program servis motor gratis menjadi salah satu bentuk penerapan pendidikan yang berdampak. Siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga menghadapi kondisi kendaraan yang beragam, mengenali persoalan teknis, serta memahami standar pelayanan kepada pelanggan.

Keterlibatan dunia usaha dan dunia industri juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Dengan pendampingan tenaga profesional, siswa diharapkan semakin terampil dan memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Vokasi itu harus dekat dengan praktik. Ketika mereka menangani sepeda motor masyarakat, mereka belajar mendiagnosis masalah, melakukan perawatan, bekerja sesuai prosedur, dan berkomunikasi dengan pemilik kendaraan. Pengalaman seperti ini penting untuk membentuk lulusan yang siap bekerja,” kata Khofifah.

Target 8.100 Sepeda Motor Dilayani Gratis

Dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, program servis sepeda motor gratis ditargetkan menjangkau 8.100 kendaraan milik masyarakat. Pelaksanaannya melibatkan 350 SMK yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan dukungan 55.035 siswa dan mitra industri.

Layanan yang diberikan meliputi servis ringan dan penyetelan atau tune up. Sejumlah sekolah juga menyediakan dukungan tambahan berupa penggantian oli dan pencucian sepeda motor secara gratis.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi sektor pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah aktivitas sehari-hari, sepeda motor menjadi salah satu sarana transportasi utama bagi banyak warga, termasuk pekerja dan pengemudi ojek daring.

Melalui layanan ini, masyarakat berkesempatan memperoleh perawatan kendaraan tanpa biaya servis, sedangkan siswa mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan bidang keahliannya.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang berpartisipasi, para guru pendamping, serta mitra industri yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi itu dinilai penting untuk menjaga agar kompetensi yang diajarkan di sekolah tetap sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga keberadaan SMK tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga memberi kontribusi langsung bagi lingkungan sekitarnya.

Bekal Keterampilan dan Kemandirian Siswa SMK

Bagi Khofifah, keberhasilan pendidikan vokasi tidak cukup diukur dari kemampuan siswa memahami materi pembelajaran. Keterampilan teknis, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi juga perlu dibangun melalui pengalaman nyata.

Dalam kegiatan servis motor gratis, siswa berlatih menangani pekerjaan secara terstruktur, mulai dari memeriksa kondisi kendaraan hingga melakukan perawatan sesuai standar. Pendampingan guru dan tenaga profesional industri menjadi bagian dari proses untuk memastikan pekerjaan dilakukan dengan benar.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan lulusan SMK, baik untuk bekerja di perusahaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Sektor otomotif, khususnya jasa perawatan dan perbaikan sepeda motor, juga membuka peluang bagi lulusan untuk menekuni profesi sebagai mekanik, bekerja di bengkel resmi maupun umum, atau merintis usaha bengkel sendiri.

Karena itu, sinergi antara sekolah dan industri perlu terus diperkuat agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Khofifah berharap momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dapat dimanfaatkan untuk memperluas berbagai program yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Silakan masyarakat memanfaatkan kesempatan ini. Selain mendapatkan servis gratis, kita juga ikut memberi ruang kepada anak-anak SMK untuk belajar dan mengasah keterampilannya. Jadi, Hari Jadi Jawa Timur bukan hanya kita peringati, tetapi juga kita isi dengan manfaat yang bisa dirasakan langsung secara bersama,” pungkasnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ingin memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.