Pecahkan Rekor MURI, 9.175 Motor Diservis Gratis oleh 354 SMK di Jawa Timur

SURABAYA – Program servis sepeda motor gratis yang melibatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur berhasil melampaui target sekaligus mengantarkan provinsi ini meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Berdasarkan rekap kegiatan per 7 Oktober 2026, sebanyak 9.175 sepeda motor berhasil masuk dalam layanan tersebut, melampaui target awal 8.100 unit.

Program yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini melibatkan 354 SMK, dengan dukungan 50.448 murid, 336 guru pendamping, serta 314 teknisi dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas dan bengkel sekolah, tetapi juga mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan potensi besar SMK di Jawa Timur dalam mengembangkan kompetensi peserta didik melalui praktik kerja nyata. Para siswa mendapatkan kesempatan menerapkan keterampilan di bidang Teknik Sepeda Motor (TSM), mulai dari pemeriksaan kendaraan hingga perawatan dan servis ringan dengan pendampingan guru serta tenaga profesional industri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebelumnya menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Setiap peringatan Hari Jadi Jawa Timur harus menjadi pengingat bahwa seluruh potensi yang ada harus kembali untuk kemanfaatan masyarakat. Pendidikan vokasi adalah salah satu potensi besar kita. Servis sepeda motor gratis ini menjadi cara agar potensi itu bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Khofifah pada 7 Oktober 2026.

Menurut Khofifah, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Jatim Cerdas melalui program Pendidikan Berdampak. Pembelajaran di SMK diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori, melainkan memberikan pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Lampaui Target, Libatkan Ribuan Murid SMK

Berdasarkan data dalam rekap kegiatan, jumlah sepeda motor yang terlayani mencapai 9.175 unit. Angka ini melampaui target awal sebanyak 1.075 unit atau sekitar 13,3 persen.

Partisipasi sekolah juga melampaui sasaran. Dari target awal 350 SMK, sebanyak 354 sekolah tercatat terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Selain jumlah kendaraan dan sekolah, keterlibatan 50.448 murid menjadi salah satu aspek penting dalam capaian ini.

Program tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus membangun kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan.

Kehadiran 336 guru pendamping serta 314 teknisi DUDI turut memperkuat proses pembelajaran di lapangan. Kolaborasi tersebut memungkinkan siswa memperoleh arahan sesuai prosedur kerja, sekaligus mengenal standar pelayanan yang diterapkan di lingkungan industri otomotif.

Dengan demikian, program servis gratis tidak sekadar menghadirkan layanan perawatan kendaraan tanpa biaya, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.