Kadindik Jatim Sidak SMAN 6 Surabaya, Soroti Kebersihan Lingkungan Sekolah
Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 6 Surabaya, Jumat (24/4/2026). Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan sarana dan prasarana serta kondisi kebersihan lingkungan sekolah.
Dalam sidaknya, Aries menemukan masih adanya sejumlah titik yang belum terjaga kebersihannya secara optimal. Area yang menjadi perhatian meliputi halaman sekolah, taman, hingga ruang laboratorium yang seharusnya menjadi tempat belajar yang nyaman dan representatif bagi siswa.

“Saya masih banyak melihat titik lingkungan yang masih belum terjaga kebersihannya. Ayo bapak ibu sekalian tolong diajak anak-anaknya lebih peduli lagi dengan lingkungan belajar mereka. Biasakan mereka untuk buang sampah pada tempatnya dan mengondisikan ulang ruang belajar mereka bersih seperti semula,” ujar Aries Agung Paewai.
Menurutnya, kebersihan lingkungan sekolah merupakan bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar yang efektif. Lingkungan yang bersih dan tertata tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab bagi peserta didik.

Aries menegaskan, peran aktif seluruh warga sekolah—baik guru maupun siswa—sangat dibutuhkan untuk membangun budaya peduli lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kerapian ruang kelas dinilai sebagai langkah awal yang berdampak besar.

Lebih lanjut, ia berharap sekolah dapat menjadi ruang yang tidak hanya mendukung kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk kesadaran lingkungan bagi generasi muda.
“Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, sekolah akan menjadi tempat yang lebih layak, nyaman, dan inspiratif bagi tumbuhnya generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan sidak ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam memastikan kualitas lingkungan pendidikan tetap terjaga, sekaligus mendorong terciptanya budaya hidup bersih di seluruh satuan pendidikan.
