PB POSSI Apresiasi Tradisi Juara Selam Jawa Timur, KONI Jatim Optimistis Hadapi PON 2028

0 13

Surabaya – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI), Komjen Pol. Makhruzi Rahman, mengapresiasi tradisi juara yang dimiliki Jawa Timur dalam cabang olahraga selam. Hal itu ia sampaikan usai acara pelantikan pengurus Pengprov POSSI Jawa Timur, Sabtu (14/2/2025) di Mercure Hotel, Surabaya.

Menurutnya, Jawa Timur merupakan gudang atlet selam nasional yang selama ini mendominasi prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia mengungkapkan, pada berbagai ajang internasional periode 2023–2024, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah atlet terbanyak yang dikirim, khususnya pada nomor finswimming, dan sebagian besar berhasil meraih gelar juara.

Prestasi tersebut turut berkontribusi signifikan bagi Indonesia, termasuk menyumbang delapan medali emas pada ajang SEA Games Kamboja serta lima medali emas di kejuaraan internasional di Italia. “Rata-rata memang didominasi oleh atlet-atlet Jawa Timur,” ujarnya.

Pengurus Pengprov POSSI Jatim foto bersama dengan Ketua Umum PB POSSI Makhrizi Rahman. (Foto: POSSI Jatim)

 

Ke depan, Makhruzi berharap jumlah atlet yang dikirim ke event internasional dapat ditingkatkan. Ia mencontohkan kejuaraan di Italia, di mana Indonesia hanya mengirim 26 atlet, sementara negara pesaing mengirim hingga 60–70 atlet, sehingga beberapa kelas pertandingan tidak dapat diikuti.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan kolam renang berstandar internasional. Menurutnya, apabila Jawa Timur memiliki fasilitas tersebut, PB POSSI siap mengarahkan penyelenggaraan kejuaraan dunia ke Jawa Timur.

Target Juara Umum di PON 2028

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur, M. Nabil, menyatakan bahwa setiap prestasi memiliki makna strategis dalam pembinaan olahraga. Ia menegaskan bahwa puncak target prestasi Jawa Timur saat ini adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ketua Umum KONI Jatim, M. Nabil. (Foto: Zal)

 

M. Nabil berharap capaian atlet Jawa Timur tetap berada di jalur yang tepat seperti pada PON Papua dan Jawa Barat, di mana Jawa Timur berhasil mempertahankan tradisi juara umum.

Ia mengakui bahwa pada penyelenggaraan sebelumnya terdapat kendala, terutama faktor cuaca yang berdampak pada cabang olahraga laut dan menyebabkan sejumlah penundaan akibat force majeure. Namun, ia berharap kendala tersebut tidak terulang pada PON 2028.

Lebih lanjut, M. Nabil menegaskan bahwa secara tradisi pembinaan, Jawa Timur telah memenuhi standar melalui penyelenggaraan event yang berkelanjutan serta keterlibatan atlet dalam berbagai kejuaraan internasional.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan dan jenjang menuju prestasi puncak, sekaligus upaya mendorong olahraga Jawa Timur ke arah industri olahraga yang profesional dan berkelanjutan.

Comments
Loading...

This site is protected by wp-copyrightpro.com