MADIUN – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program budidaya ikan yang dikembangkan SMAN 4 Madiun melalui Program SIKAP. Program tersebut dinilai mampu menjadi sarana edukasi bagi siswa dalam memahami pentingnya ketahanan pangan sekaligus membangun karakter tanggung jawab dan kemandirian.
Apresiasi itu disampaikan Aries saat menutup rangkaian kunjungan kerjanya di SMAN 4 Madiun, Kamis (4/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan setelah dirinya memantau persiapan sistem antrean di Posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga larut malam.
Dalam kesempatan itu, Aries meninjau langsung kolam budidaya ikan yang menjadi bagian dari Program SIKAP yang dikembangkan sekolah. Program tersebut melibatkan siswa secara aktif dalam proses pemeliharaan ikan, mulai dari pengelolaan kualitas air hingga pemberian pakan dan perawatan rutin.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Dinas Pendidikan Jawa Timur, Program SIKAP berhasil menjadi media pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik langsung di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budidaya perikanan, tetapi juga memahami konsep ketahanan pangan yang dapat diterapkan secara mandiri.
“Melalui program SIKAP ini, SMAN 4 Madiun dinilai sukses mengedukasi para murid mengenai pentingnya ketahanan pangan secara mandiri melalui sektor perikanan. Di bawah bimbingan para guru, para murid diajarkan langsung tata cara budidaya ikan yang baik, mulai dari pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang efisien, hingga teknik pemeliharaan berkala,” tulis keterangan resmi Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Keberhasilan program tersebut terlihat dari kondisi kolam budidaya yang terawat dengan baik serta pertumbuhan ikan yang optimal. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk memahami pentingnya pengelolaan sumber daya pangan secara berkelanjutan.
Aries menilai konsistensi sekolah dalam menghadirkan ruang pembelajaran berbasis lingkungan patut diapresiasi. Menurutnya, inovasi semacam ini menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dapat menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga keterampilan hidup yang bermanfaat bagi peserta didik.
“Melihat keberhasilan tersebut, Kadindik Jatim memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi sekolah dalam menghadirkan ruang pembelajaran lingkungan yang produktif di sela-sela kurikulum akademik SMA. Ukuran ikan yang besar-besar ini menjadi indikator kuat bahwa para murid merawat ekosistem kolam ini dengan penuh tanggung jawab dan disiplin tinggi,” lanjut keterangan tersebut.
Program budidaya ikan di SMAN 4 Madiun juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong penguatan pendidikan karakter, kewirausahaan, serta ketahanan pangan sejak dini. Melalui pembelajaran berbasis praktik, siswa diajak untuk mengembangkan keterampilan, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan bekerja sama dalam mengelola sebuah program produktif.
Ke depan, model pembelajaran seperti yang diterapkan SMAN 4 Madiun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Jawa Timur untuk menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
