Rakernas PB FOPI di Unesa: Merumuskan Strategi Besar Menuju Indonesia sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Petanque
Surabaya—Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2026 di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya, Kampus II Lidah Wetan, pada Sabtu, (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis yang mempertemukan jajaran pengurus petanque dari berbagai provinsi di Indonesia, baik secara luring maupun daring, dalam semangat konsolidasi dan penguatan arah kebijakan organisasi.
Rakernas ini tidak sekadar menjadi forum evaluasi program kerja tahun 2025, melainkan juga ruang deliberatif untuk merumuskan langkah-langkah strategis organisasi pada periode 2026–2027. Fokus utama diarahkan pada penyusunan peta jalan pembinaan prestasi yang berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan Indonesia sebagai calon tuan rumah kejuaraan petanque tingkat internasional.

Ketua pelaksana yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PB FOPI, Abdul Hafidz, menegaskan bahwa pemilihan Unesa sebagai lokasi pelaksanaan bukan tanpa alasan. Institusi tersebut dikenal luas sebagai “Rumah Para Juara”, dengan ekosistem olahraga yang kuat dan mendukung pengembangan atlet berprestasi. Hal ini selaras dengan semangat Rakernas untuk menyelaraskan visi pembinaan talenta di seluruh daerah, sehingga tercipta standar kualitas yang merata dalam mencetak atlet unggulan.
Ia menekankan bahwa Rakernas ini merupakan titik penting dalam menyatukan visi organisasi, mengharmonisasikan capaian program sebelumnya, serta merancang strategi latihan yang lebih terarah ke depan. Target bersama yang diusung adalah mengokohkan posisi petanque Indonesia di kancah Asia hingga tingkat global.
Lebih lanjut, Abdul Hafidz juga menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas organisasi melalui semangat kekeluargaan yang tercermin dalam semboyan “Satu Bosi Berjuta Keluarga”. Ia berharap kebersamaan dan komitmen seluruh elemen organisasi dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong kemajuan petanque nasional. Optimisme pun menguat seiring adanya indikasi bahwa Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah kejuaraan Asia di masa mendatang.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB FOPI, I Nyoman Yamadhiputra, yang secara resmi membuka kegiatan, memberikan apresiasi atas perkembangan signifikan organisasi yang kini telah menjangkau 34 provinsi di Indonesia. Menurutnya, Rakernas ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus memantapkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah ajang petanque tingkat Asia.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki salah satu fasilitas indoor terbaik di kawasan Asia Tenggara, yang menjadi salah satu faktor utama kepercayaan internasional terhadap kesiapan Indonesia sebagai penyelenggara kejuaraan bergengsi tersebut.
Dukungan juga datang dari pihak Unesa. Wakil Rektor II, Bachtiar Syaiful Bachri, menyampaikan komitmen institusinya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan olahraga nasional melalui berbagai inovasi dan penguatan fasilitas. Ia menegaskan kesiapan Unesa dalam mendukung langkah PB FOPI guna meningkatkan prestasi atlet sekaligus memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional.

Selain membahas agenda teknis, termasuk persiapan kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON), Rakernas ini juga menjadi wahana mempererat tali silaturahmi antar-pengurus melalui semangat kebersamaan yang diusung. Sinergi antara pengurus pusat, daerah, serta dukungan kalangan akademisi diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang berdaya saing tinggi.
Dengan fondasi kolaborasi yang semakin kokoh, Rakernas PB FOPI 2026 di Surabaya ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan petanque Indonesia menuju panggung dunia, sekaligus membuka jalan bagi prestasi yang lebih gemilang di masa depan.
