KONI Jatim Matangkan Persiapan PON Bela Diri II 2026, Targetkan Lonjakan Prestasi di Manado
Surabaya — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai memfokuskan perhatian penuh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026 yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada Juni 2026. Langkah awal dilakukan dengan memanggil pimpinan delapan cabang olahraga (cabor) bela diri untuk rapat koordinasi di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Selasa (13/1/2026).
Delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada ajang nasional tersebut meliputi kurash, kabbadi, muaythai, IBCA MMA, hapkido, tinju, anggar, dan kick boxing.
Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menegaskan bahwa PON Bela Diri II menjadi momentum penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kekuatan olahraga bela diri Jawa Timur yang selama ini dinilai belum optimal dibanding sektor olahraga lainnya.
“PON Bela Diri ini menjadi tolok ukur kekuatan cabor bela diri di Jawa Timur. Selama ini kita memang masih relatif lemah di sektor ini, sehingga perlu persiapan yang jauh lebih serius dan terukur,” ujar Nabil.
*Seleksi Ketat, Prioritaskan Atlet Berprestasi*
Sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi, KONI Jatim menerapkan seleksi atlet secara ketat. Proses seleksi akan didampingi langsung oleh tim Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), dengan fokus pada atlet yang memiliki rekam jejak prestasi nasional dan internasional.
KONI Jatim hanya akan mengirim atlet yang pernah meraih medali emas atau perak pada PON XXI 2024 Aceh–Sumatra Utara, kejuaraan nasional, serta SEA Games 2025.
“Tidak semua nomor akan kami ikuti. Nomor yang tidak memiliki peluang prestasi tentu tidak akan kami kirim. Ini bagian dari efisiensi anggaran dan orientasi prestasi,” tegas Nabil.
*Pemetaan Lawan dan Program Latihan Terukur*
Selain seleksi atlet, KONI Jatim juga meminta seluruh pimpinan cabor melakukan pemetaan kekuatan calon lawan dari provinsi lain. Pemetaan ini bertujuan menyusun program latihan yang lebih spesifik, terukur, dan sesuai kebutuhan kompetisi.
Menurut Nabil, waktu persiapan yang lebih panjang dibanding PON Bela Diri I 2025 di Kudus menjadi modal penting untuk memperbaiki sistem rekrutmen, kualitas latihan, serta ketepatan target prestasi.
“Dengan persiapan yang lebih matang, rekrutmen lebih akurat, dan latihan lebih terstruktur, kami optimistis prestasi PON Bela Diri II 2026 bisa menyamai, bahkan melampaui capaian sebelumnya,” ungkapnya.
*Target Tinggi untuk Jawa Timur*
KONI Jatim berharap delapan cabor bela diri tersebut mampu menyumbangkan lonjakan prestasi signifikan bagi kontingen Jawa Timur di tingkat nasional. Keberhasilan di PON Bela Diri II 2026 juga akan menjadi fondasi penting dalam pembinaan jangka panjang menuju PON reguler dan kejuaraan internasional.
Dengan persiapan yang sistematis sejak awal tahun, Jawa Timur optimistis mampu tampil sebagai salah satu kekuatan utama olahraga bela diri nasional di Manado pada Juni mendatang.